Tak Bervisa Kerja, 4 WN China Jadi Bos Kebun Cabai di Bogor | Villagerspost.com

Tak Bervisa Kerja, 4 WN China Jadi Bos Kebun Cabai di Bogor

Ilustrasi perkebunan cabai (dok. kementerian pertanian)

Ilustrasi perkebunan cabai (dok. kementerian pertanian)

Jakarta, Villagerspost.com – Isu masuknya tenaga kerja asing asal China memanfaatkan fasilitas bebas visa semakin kencang beredar. Terakhir, hari ini, Kamis (10/11) Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia mengumumkan penangkapan 4 Warga Negara (WN) China. Mereka ditangkap karena nekat bekerja sebagai petani cabai di sebuah perkebunan di wilayah Kabupaten Bogor.

Direktur Jenderal Imigrasi Ronny F Sompie mengatakan, keempat WN China itu ditangkap pada Selasa (8/11) lalu, di kawasan Gunung Leutik, Sukamakmur, Kabupaten Bogor. Saat ditangkap oleh Tim Pengawasan Orang Asing (Tim Pora) Ditjen Imigrasi sekitar pukul 13.00, keempat WN China itu tengah bekerja di kebun.

“Mereka melakukan usaha di bidang pertanian,” kata Ronny, dalam konferensi pers di gedung Ditjen Imigrasi, Kamis (10/11).

Pihak Ditjen Imigrasi sendiri, kata Ronny, mendapatkan informasi soal keberadaan keempat WN China yang belakangan diketahui tak memiliki visa kerja itu, dari warga sekitar. Ditjen Imigrasi kemudian memerintahkan Tim Pora menyelidiki ke lokasi dimaksud. Sampai di sana, tim mendapati WN China itu tengah menggarap ladang cabai seluas 4 hektare.

Keempat orang itu, Xue Qingjiang (51), Yu Wai Man (37), Gu Zhaojun (52) dan Gao Huaqiang (53) setelah diperiksa diketahui tak memiliki dokumen sah untuk bekerja di Indonesia. Gu Zhaojun dan Gao Huaqiang diketahui hanya mengantongi visa kunjungan. Sementara Xue Qingjiang dan Yu Wai Man lebih parah, mereka tak membawa paspor atau dokumen apapun dengan alasan dibawa pihak sponsor.

Saat ini, keempat WN China itu tengah diperiksa di kantor Imigrasi Kelas II Kota Bogor untuk pemeriksaan lebih lanjut. “Kita tahu ada kebijakan bebas visa kunjungan yang berlaku 1 bulan bagi WNA dari 149 negara mendapat visa kunjungan. Ini menjadi celah bagi WNA yang melakukan kegiatan lain,” kata Ronny.

Ronny meminta masyarakat proaktif melaporkan jika ada aktivitas WN asing yang mencurigakan. Pihak imigrasi akan melakukan pengejaran dan berkoordinasi dengan aparat terkait untuk melakukan tindakan hukum.

Sementara itu, Kepala Seksi Pengawasan dan Penindakan Kantor Imigrasi Kelas 1 Bogor Arief Hazairin Sutoto mengatakan, keempat WN China itu, diduga merupakan pemilik atau bos perkebunan cabai tersebut. “Tetapi yang punya lahan itu warga negara Indonesia,” katanya.

Jumlah lahan yang dikelola secara keseluruhan mencapai 10 hektare, namun yang sempat dikerjakan baru 4 hektare. Untuk menggarap lahan tersebut, keempat WN China itu mempekerjakan sejumlah 30 pekerja pria dan 8 pekerja perempuan. Dugaan keempat WN China itu sebagai bos perkebunan diperkuat bukti adanya handy talkie yang disita dari tangan mereka. “Saat ditangkap mereka sedang memegang handy talky dan tengah mengatur para pekerja di perkebunan cabai,” pungkas Sutoto.

Ikuti informasi terkait investasi China >> di sini <<

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *