Taman Nasional Bunaken Bersihkan Nyaris 3 Ton Sampah Plastik Dari Laut

Petugas dari Taman Nasional Bunaken dan Pemkot Manado bekerja sama membersihkan sampah plastik dari kawasan perairan TN Bunaken (dok. tn bunaken/eko handoyo)

Manado, Villagerspost.com – Sampah seberat nyaris 3 ton, yang mencemari perairan Taman Nasional Bunaken berhasil dibersihkan oleh pihak pengelola taman nasional, bersama tim dari Pemerintah Kota Manado dalam aksi bersih sampah yang berlangsung Sabtu (30/1) pagi. Sampah sebanyak 425 karung tersebut, berhasil ditransfer dari Pantai Liang Pulau Bunaken.

Sampah yang terkumpul, yang umumnya terdiri dari sampah botol plastik, diangkut bertahap dengan perahu ke daratan lalu dibawa ke TPA Kota Manado. Kepala Resort Bunaken Frans Motto mengaku prihatin dengan banyaknya sampah, khususnya sampah plastik yang mencemari kawasan perairan TN Bunaken.

Dia mengatakan, tumpukan sampah plastik di laut ini sudah seperti tradisi tahunan. Cuaca ekstrem di Sulawesi Utara umumnya dan Manado khususnya menjelang akhir tahun 2020 dan awal tahun 2021, membuat perairan Bunaken banyak mendapatkan kiriman sampah.

“Kami dengan Pemerintah Kecamatan Bunaken Kepulauan terus berusaha dan bekerja keras untuk menangani sampah yang masuk kawasan perairan Bunaken,” ujar Frans.

Sampah yang umumnya adalah sampah plastik, yang berjumlah nyaris 3 ton, berhasil diangkat dari laut (dok. tn bunaken/eko handoyo)

Dari 425 karung itu terdapat 150 karung besar dengan rata-rata berat 10 kg dan 275 karung kecil dengan rata-rata berat 5 kg. “Jadi kalau di total lebih dari 2.800 kilogram yang kami angkut ke TPA di Manado,” jelasnya.

“Kami bersyukur tim Balai Taman Nasional Bunaken bersama-sama dengan Pemerintah Kota Manado dalam hal ini Kecamatan Bunaken dibantu dengan masyarakat, kawan-kawan pemerhati lingkungan dari dive guide, pedagang cendera mata membantu upaya penanganan sampah ini,” tambah Frans.

Kepala Balai Taman Nasional Bunaken Genman Hasibuan mengatakan, TN Bunaken merupakan kawasan yang unik. Pulau yang menyerupai huruf U menjadi maskot pariwisata selam Sulawesi Utara dan bahkan dunia.

“Selama masa pandemi dalam upaya tetap melestarikan terumbu karang pembersihan sampah di perairan dan daratan tetap kami lakukan,” jelasnya.

Sampah-sampah plastik tersebut kemudian diangkut ke tempat pembuangan akhir (TPA) di Manado (dok. tn bunaken/eko handoyo)

Untuk itu, kata dia, pihaknya selalu berkoordinasi dan kerja sama secara lintas sektoral khususnya dengan masyarakat dan pemerintah daerah. “Terus kami lakukan dalam upaya penanganan sampah yang masuk dalam kawasan Taman Nasional Bunaken,” tegasnya.

Pembersihan sampah, khususnya sampah plastik, menurut Genman sangat penting. Secara ekologi, sampah plastik yang menutupi terumbu karang, dapat membuat terumbu karang mati karena tidak mendapatkan sinar matahari.

“Sangat disayangkan bila pertumbuhan karang yang lambat antara 1-10 mm per tahun sebagai penyedia jasa lingkungan terhambat karena sampah,” ujarnya.

Genman mengatakan, sejak tahun 2020 lalu, pihaknya telah mengajak instruktur berpengalaman dari Bank Sampah CELSS Minahasa Utara, untuk melakukan pelatihan kepada masyarakat penyangga kawasan Taman Nasional untuk mengolah sampah yang umumnya plastik menjadi sesuatu yang bernilai. “Dengan begitu sampah yang telah dibersihkan dan digunakan kembali (reuse) menjadi beraneka macam produk,” paparnya.

“Kami berharap dengan penanganan yang baik dari hulu sampai ke hilir dapat meminimalisir masuknya sampah dalam kawasan. Kami akan tetap terus berkoordinasi dengan semua pihak terkait untuk mengatasi masalah ini,” tutup Genman.

Editor: M. Agung Riyadi

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *