Tambak Udang Percontohan KKP Panen Udang Kualitas Ekspor

Tambak udang di provinsi Lampung (dok, pemprov lampung)

Jakarta, Villagerspost.com – Tambak udang percontohan yang digagas Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) di Kecamatan Kertajadi, Kabupaten Cianjur, Provinsi Jawa Barat, sukses melaksanakan panen perdana. Klaster tambak ini mampu menghasilkan udang kualitas ekspor sebanyak 30 ton.

“Sudah berkualitas ekspor, karena sudah memenuhi persyaratan-persyaratan dari sistem cara budidaya ikan yang baik,” kata Direktur Jenderal Perikanan Budidaya Slamet Soebjakto, dalam siaran pers yang diterima Villagerspost.com, Jumat (16/4).

Sistem budidaya yang baik tersebut, kata Slamet, menyangkut biosecurity, traceability, yaitu bisa ditelusuri benihnya dari mana, sudah bersertifikat atau belum, bebas penyakit atau tidak.

“Demikian juga pakannya sudah terdaftar. Ini semua sudah memenuhi persyaratan food safety, food security,” tambah Slamet.

Percontohan tambak klaster di Kecamatan Kertajadi luasnya mencapai sekitar 4 hektare terdiri dari 15 kolam. Total panen diperoleh sekitar 30 ton dengan nilai sekitar Rp2,1 miliar. Tambak ini dikelola oleh Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Mandiri dengan pengawalan teknologi dari Balai Layanan Usaha Produksi Perikanan Budidaya (BLUPPB) Karawang.

Slamet berharap keberhasilan percontohan tambak klaster ini menumbuhkan minat masyarakat Cianjur khususnya yang ada di pesisir selatan, untuk menekuni budidaya udang. Sebab tidak hanya potensi pasarnya yang besar, proses produksinya juga lebih mudah lantaran sudah ada teknologi pendukung.

Kata Slamet, KKP siap memberikan pendampingan teknis kepada masyarakat yang ingin terjun ke bidang ini. Selain itu, pihaknya memiliki program pinjaman modal berbunga ringan melalui Badan Layanan Umum Lembaga Pengelola Modal Usaha Kelautan dan Perikanan (BLU LPMUKP) yang dapat diakses oleh masyarakat.

“Kita punya misi bahwa tambak udang yang kita buat ini dicontoh masyarakat hingga berkembang secara berkelanjutan baik dari sisi ekosistem, lingkungan maupun berkelanjutan secara sosial ekonomi,” ungkap Slamet.

Selain di Cianjur, KKP membangun empat percontohan klaster tambak udang vaname sepanjang tahun 2020. Tersebar di Buol (Sulawesi Tengah), Sukamara (Kalimantan Tengah), Lampung Selatan (Lampung) dan di Aceh Timur (Aceh). Sementara untuk tahun ini, akan dibangun lima lagi di Pemalang (Jawa Tengah), Kutai Kartanegara (Kaltim), Aceh Tamiang (Aceh), Takalar (Sulsel) dan Sumbawa (NTB).

“Sejak awal kita membuat konstruksi (tambak) melibatkan masyarakat. Dengan peningkatan kapasitas SDM masyarakat dari BLUPPB Karawang. Nanti pun tetap kita bina, jangan sampai mereka kendor tidak disiplin. Ini baru satu siklus, masih panjang perjalanan ini,” imbau Slamet.

Sebagai informasi, percontohan tambak udang klaster di Desa Cidaun ini merupakan kolaborasi KKP dengan Perum Perhutani. KKP menyiapkan infrastruktur dan bimbingan teknis, sementara Perhutani menyediakan lahan.

Anggota Komisi IV DPR RI Endang Setyowati yang turut serta dalam kegiatan panen perdana tambak tersebut, mengapresiasi dukungan yang diberikan KKP dan Perhutani kepada masyarakat. Program tambak udang ini terbukti mendorong pertumbuhan ekonomi dan menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat Desa Cidaun dan sekitarmya.

“Saya sangat bangga dengan sinergitas KKP dan Perhutani. Karena di sinilah letak pemberdayaan ekonomi lokal sebagai penyangga ekonomi nasional,” ujar Endang.

Editor: M. Agung Riyadi

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *