Tanaman Padi Busuk Usai Dipupuk, Ini Sebabnya

Hamparan tanaman padi yang mengalami kerusakan akibat serangan wereng coklat (dok. pertanian.go.id)

Jakarta, Villagerspost.com – Peristiwa yang cukup janggal tengah menyerang para petani di wilayah Kabupaten Subang dan Indramayu Jawa Barat. Para petani mengeluh karena tanaman padi mereka malah mati usai diberi pupuk. Ciri-cirinya, tanaman padi memerah dan kemudian membusuk dan mati.

Di Subang, fenomena ini terjadi di empat kecamatan yaitu di Pagaden Barat, Pagaden, Cipunagara dan Binong. Sementara di Indramayu, menurut Kepala Desa Kalensari, Kecamatan Widasari H. Masroni, kejadian serupa juga menimpa wilayahnya. “Mohon pendapat para pakar, karena kejadian ini sama seperti di tempat saya,” ujarnya kepada Villagerspost.com, Selasa (4/4).

Tanaman padi mendadak mati setelah diberi pupuk NPK/Phonska. Padahal menurut kesaksian para petani, tanaman padi mereka masih tampak bagus, menghijau dan tidak menampakkan gejala terserang penyakit apapun. Namun usai diberi pupuk NPK, dalam waktu seminggu tanaman mulai memerah di bagian daun kemudian mengalami pembusukan akar, sehingga tanaman kemudian mati.

Jikapun ada sebagian tanaman yang masih hidup, namun tanaman tersebut tidak berkembang dan malainya tidak berisi bulir padi atau hampa. Akibatnya, petani banyak yang mengalami kerugian dan gagal panen. Para petani pun untuk sementara tidak melakukan pemupukan pada tanaman padi mereka.

Terkait fenomena ini, pakar penyakit tanaman dari Institut Pertanian Bogor Dr. Ir. Suryo Wiyono mengatakan, fenomena ini terjadi karena adanya serangan hama wereng. “Dari awal memang ada serangan wereng coklat atau busuk pelepah, hama dan penyakit ini memang berkembang pada cuaca yang basah,” kata Suryo kepada Villagerspost.com.

Tanaman padi yang sudah terserang wereng, kata Suryo, memang akan mengalami kondisi seperti itu jika diberi pupuk urea. “Kalau terserang wereng coklat atau busuk pelepah memang kalau dipupuk urea tanaman bisa mati dalam 1-3 hari,” terangnya.

Untuk mengatasi hal ini, Suryo menyarankan, jika terjadi serangan wereng coklat, walaupun populasi rendah dan juga serangan penyakit busuk pelepah akibat wereng, tanaman jangan diberi pupuk yang mengandung unsur Nitrogen yang biasa digunakan untuk membantu pertumbuhan vegetatif, terutama daun. “Kalau pupuk dengan unsur P (fosfor–membantu pertumbuhan akar dan tunas) dan K (kalium–membantu pembungaan dan pembuahan) nggak apa-apa,” ujar Suryo.

Sementara itu, Rahmat Adinata, seorang praktisi pertanian organik mengatakan, jika lahan pertanian sudah terserang hama wereng, sebaiknya di lahan itu tanamannya diganti terlebih dahulu dengan tanaman lain (rotasi). “Itu (serangan wereng-red) terjadi karena dampak dari kelembaban yang tinggi, jadi mendatangkan wereng. Kondisi padi lembab dihantam pupuk NPK akan semakin membuat padi merana,” ujarnya.

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *