Tani Centre IPB: Kebangkitan Kembali Ruh Pengabdian Pada Petani

Seorang petani perempuan di Desa Kalensari, Indramayu sedang mensyukuri tanaman padinya yang tumbuh baik (villagerspost.com/Sri Rizki Maryani)

Bogor, Villagerspost.com – Institut Pertanian Bogor (IPB) secara resmi akan merilis Unit Layanan Informasi Pertanian atau Tani Centre di kampus Dramaga Bogor, Sabtu (12/10). Kehadiran Tani Centre ini diharapkan bisa menjadi ruang interaksi antara petani, civitas akademisi dan para pelaku usaha yang terkait dengan pertanian.

Dr. Hermanu Triwidodo yang ditunjuk sebagai ketua Tani Centre IPB menjelaskan unit baru yang ada di kampus hijau ini diharapkan bisa memperkuat peran IPB dalam pembangunan dunia pertanian di masa mendatang. “Harapannya akan bisa terwujud cita-cita petani yang berdaulat serta memberikan peran lebih besar kepada para akademisi untuk berinteraksi serta mentransfer ilmu yang mereka miliki kepada para petani secara langsung,” katanya, di Bogor, Jumat (11/10).

Kehadiran Tani Centre ini mendapatkan pula dukungan secara langsung dari Rektor IPB, Arif Satria. Rektor direncanakan hadir dan meresmikan unit layanan ini secara langsung pada acara launching yang dikemas dalam kegiatan “Kenduri Tani: Merawat Tradisi, Memajukan Petani”, yang akan dilaksanakan Sabtu 12 Oktober.

Dalam kegiatan Kenduri Tani, Tani Centre ini menjalin pula kerjasama dengan mahasiswa melalui BEM KM IPB, Himpunan Proteksi Tanaman (Himasita) IPB, dan organisasi non pemerintah Koalisi Rakyat untuk Kedaulatan Pangan (KRKP) serta Gerakan Petani Nusantara (GPN).

Pada saat acara nanti peluncuran Tani Centre yang mengusung tajuk Kenduri Tani di kampus Dramaga, hadir juga perwakilan petani dari Jawa Timur, Jawa Tengah, serta petani lingkar kampus. “Kehadiran para petani ini menjadi penanda bahwa IPB siap hadir bersama dan untuk petani Indonesia,” ujar Hermanu.

Ada beberapa acara yang bakal meramaikan rangkaian kegiatan Kenduri Tani. Ada “Festival bebegig”, Kuliah Petani, “Sambung Rasa”, dan “Gelar Budaya Petani”. Bebegig merupakan simbol budaya petani yang melambangkan bahwa petani beserta budaya nya memiliki kemanfaatan yang luar biasa. Kehadiran petani sangat penting bagi semua.

Sementara dalam kegiatan “Kuliah Petani”, petani akan memberikan kuliah kepada mahasiswa. Dengan demikian terjadi proses sharing diantara petani dan mahasiswa. Pada acara “Sambung Rasa”, para petani akan mencurahkan unek-uneknya tentang situasi pertanian kekinian dan peran IPB dan tani center dalam pertanian dan petani. Sementara dalam “Gelar Budaya Petani”, akan dilakukan gelar budaya petani berupa gending cibatokan.

Hermanu juga menjelaskan peluncuran Tani Centre menjadi titik tolak penguatan peran IPB di pertanian. Kedepan, Tani Centre akan menjalankan empat kegiatan besar yang akan dilakukan Tani Centre. Keempatnya adalah Gema Tani, IPB Berbagi, IPB Solution, dan Duta Petani IPB.

Bentuk kegiatan Gema Tani ini meliputi aktivitas yang mendorong keterlibatan petani lingkar kampus untuk mendapatkan akses permodalan maupun membuka pasar baru terhadap produk yang dihasilkan. Selanjutnya untuk aktivitas IPB Berbagi wujudnya melakukan kuliah umum dengan melibatkan sejumlah akademisi dari semua fakultas yang ada di IPB.

“Kegiatan ini nantinya dilakukan secara reguler dan bergilir dari setiap fakultas. Materinya tentu yang bersifat aplikatif yang menjadi kebutuhan para petani,” jelas Hermanu.

Lantas bentuk kegiatan dari IPB Solution, diharapkan Tani Centre bisa berperan lebih aktif dan nyata dalam menyelesaikan permasalahan petani yang ada di lapangan. Di dalamnya, kata Hermanu, pihaknya akan melakukan sejumlah kajian kebijakan yang berpihak buat petani. “Di sini Tani Centre akan berusaha jemput bola ke lapangan,” jelasnya.

Sementara untuk Duta Petani IPB, Hermanu menjelaskan, aktivitas ini hadir untuk merespons kebutuhan regenerasi petani. Nantinya Tani Centre menyiapkan beasiswa kepada mahasiswa tingkat dua.

Jumlahnya akan ada sebanyak 68 orang yang mewakili 34 provinsi Indonesia. Masing-masing provinsi diwakili dua orantg yakni mahasiswa dan mahasiswi.

“Mahasiswa-mahasiswa yang menerima beasiswa ini nantinya mendapatkan sejumlah pembekalan. Harapannya mereka akan bisa menjadi tokoh perubahan ketika kembali ke daerahnya,” jelas Hermanu.

Editor: M. Agung Riyadi

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *