Target Produksi Perikanan 19,4 Juta Ton, KKP Gelontorkan Rp1,3 Triliun

Budidaya udang dalam tambak plastik (dok. pusluh.kkp.go.id)
Budidaya udang dalam tambak plastik (dok. pusluh.kkp.go.id)

Jakarta, Villagerspost.com – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya (DJPB) punya target ambisius untuk perikanan budidaya di tahun 2016 ini. Data yang ada sementara menunjukkan capaian produksi perikanan budidaya pada tahun 2015 sebesar mencapai 17,6 juta ton.

Komoditas utama yang diunggulkan dalam capaian produksi ini adalah rumput laut dan udang, baik udang windu maupun vaname. Untuk mendorong tercapainya target tersebut, KKP menggelontorkan dana sebesar Rp1,3 triliun untuk masyarakat pembudidaya ikan.

(Baca Juga: Pemda Diminta Antisipasi Pencemaran dari Perikanan Budidaya)

Anggaran ini akan menjadi bantuan langsung bagi masyarakat melalui beberapa kegiatan prioritas. “80,04 persenĀ  ini setara dengan Rp1,3 triliun yang dialokasikan untuk beberapa kegiatan prioritas, sesuai dengan arahan Menteri Kelautan dan Perikanan, Ibu Susi Pudjiastuti,” kata Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Slamet Soebjakto dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (13/2).

Landasan kegiatan prioritas tersebut adalah tiga pilar pembangunan, yaitu kedaulatan, keberlanjutan, dan kesejahteraan. Slamet lalu menambahkan bahwa perikanan budidaya akan selalu mendukung tiga pilar pembangunan tersebut. “Untuk mendukung kedaulatan sekaligus meningkatkan daya saing produk perikanan budidaya, kita wujudkan dengan penerapan Cara Budidaya Ikan yang Baik (CBIB) di unit usaha perikanan budidaya dan Cara Pembenihan Ikan yang Baik (CPIB),” jelas Slamet.

Lebih lanjut Slamet mengatakan, perikanan budidaya sangat cocok dengan pilar keberlanjutan. “Perikanan budidaya yang berkelanjutan sangat sesuai untuk dilaksanakan. Keberlanjutan yang ingin dicapai adalah keberlanjutan usaha atau ekonomi dan keberlanjutan lingkungan,” lanjut Slamet.

Dukungan DJPB sesuai pilar keberlanjutan yaitu melalui penyediaan benih untuk restocking, benih untuk usaha budidaya polikultur atau multi spesies, dan penyediaan bibit mangrove untuk ditanam di kawasan tambak. Beberapa program prioritas yang dicanangkan adalah penyediaan 100 juta benih dan penyediaan bibit pohon mangrove kurang lebih sebanyak 600 ribu batang.

Untuk pilar kesejahteraan, DJPB membantu secara riil melalui bantuan kebun bibit rumput laut di 20 provinsi, budidaya biofloc sebanyak 5 paket, sarana budidaya kekerangan sebanyak 60 paket, dan sarana budidaya minapadi sebanyak 760 paket. “Untuk mendukung kesejahteraan, tentu saja semua program kita muaranya adalah peningkatan kesejahteraan. Di samping itu juga ada bantuan lain seperti bantuan pakan ikan dan program pra sertifikasi hak atas tanah (pra SEHATKAN),” kata Slamet.

Selain target produksi perikanan budidaya, DJPB juga terus mencapai target Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP). Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) dari DJPB pada tahun 2015 mencapai Rp18,9 miliar atau 162% dari target yang telah ditetapkan. Sebagian besar PNBP ini berasal dari Unit Pelaksana Teknis (UPT) DJPB.

“Jadi di samping target produksi perikanan budidaya, target PNBP ini juga harus terus dicapai,” kata Slamet Soebjakto.

DJPB juga siap mendukung program pembangunan pulau-pulau terluar dan perbatasan yang dicanangkan oleh KKP. Dukungan DJPB di antaranya melalui program Pembangunan Kawasan Kelautan dan Perikanan Terintegrasi (PK2PT).

“Kita juga mendukung pembangunan di pulau terluar dan perbatasan melalui program Pembangunan Kawasan Kelautan dan Perikanan Terintegrasi (PK2PT). Dukungan kita berikan dengan melihat potensi wilayah tersebut. Bisa berupa kebun bibit rumput laut, Karamba Jaring Apung (KJA), benih ikan, dan paket bantuan budidaya lainnya,” pungkas Slamet. (*)

Ikuti informasi terkait perikanan budidaya >> di sini <<

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *