Tarik Ulur Impor Bawang Putih

Bawang putih impor ilegal yang disita pihak Kementerian Pertanian (dok. karantina pertanian)

Jakarta, Villagerspost.com – Polemik soal impor bawang putih terus berlanjut. Beralasan menjaga harga yang cenderung meningkat, pemerintah dalam rapat di kantor Kementerian Perekonomian beberapa waktu lalu, telah memutuskan untuk melakukan impor bawang putih sebanyak 100 ribu ton. Namun, belakangan, Kementerian Perdagangan malah menunda menerbitkan izin impor.

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita malah mengambil langkah memaksimalkan stok yang saat ini masih dimiliki para importir. Selasa (16/4) lalu, Enggar malah mengundang importir supaya dia membuka gudangnya. ” Ini untuk operasi pasar,” kata Enggartiasto di ICE BSD, Tangerang Selatan.

Saat ditanya terkait urgensi penugasan Kemenko Perekonomian, Enggar enggan menanggapi. Menurut dia, para importir bawang putih masih memiliki stok dari kuota impor yang diberikan setelah menyelesaikan wajib tanam.

Namun, sayangnya Enggar belum menjelaskan mengenai jumlah stok bawang putih di gudang importir saat ini. “Nanti. Kita undang dahulu importirnya hari ini,” kata Enggar.

Pemerintah sendiri saat ini menghadapi kenaikan harga bawang memutuskan untuk memperpanjang masa Operasi pasar (OP) bawang merah dan bawang putih. Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian (BKP) sudah melakukan OP selama 5 hari sejak 12-16 April 2019 di 46 pasar DKI Jakarta. Namun hasil OP itu masih belum mampu menurunkan harga bawang putih.

Namun, harga tertinggi bawang merah di pasar eceran DKI Jakarta sampai 16 April 2019 masih tinggi, yaitu Rp. 55.000/kg dan terendah Rp. 32.000/kg. Sedangkan harga rata-rata harian Rp. 43.800/kg.

Harga bawang putih di beberapa pasar juga belum turun secara signifikan. Harga tertinggi bawang putih di pasar eceran DKI Rp. 60.000 dan terendah Rp. 30.000, sedangkan harga rata2 Rp. 41.700. Oleh sebab itu Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian akan memperpanjang waktu Operasi Pasar bawang merah dan bawang putih.

“Sesuai janji kami di depan awak media, pada saat pelepasan OP bawang merah dan bawang putih 12 April lalu, jika setelah dilakukan OP belum ada penurunan harga, maka kami akan menambah waktu pelaksanaan OP bawang merah dan bawang putih,” ujar Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementan Agung Hendriadi dalam keterangannya.

Selama OP pihaknya telah menggelontorkan bawang merah sebanyak 10 ton dan bawang putih 10 ton. Kementan akan melanjutkan OP bawang merah dengan harga Rp20.000/kg dan bawang putih Rp22.000/kg di beberapa pasar DKI Jakarta yg harganya masih berkisar antara Rp45.000 sampai Rp55.000/kg.

Selain 46 lokasi, OP bawang merah dan bawang putih juga akan dilaksanakan mulai pukul 08.00 secara serentak di pasar : Mayestik, Kelapa Gading, Pondok Labu, Cijantung, Kramat Jati, Cipete Utara, Kebayoran Lama, Jatinegara dan Lenteng Agung pada tanggal 18, 20, 21 April 2019. Operasi ini diharapkan bisa menstabilkan harga bawang merah dan bawang putih.

Soal belum diterbitkannya izin impor, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution berencana berbicara dengan Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita tentang hal tersebut. Darmin ingin meminta penjelasan Enggar mengenai alasan Kementerian Perdagangan yang belum mengeluarkan surat permohonan Kementerian BUMN untuk menugaskan impor kepada Perum Bulog.

Darmin menegaskan, sampai saat ini, Kementerian Perdagangan belum mengeluarkan surat permohonan impor bawang putih. Padahal, menurutnya, pemerintah tidak berniat membatalkan impor yang sudah disetujui dalam Rapat Koordinasi Terbatas pada pertengahan Maret lalu.

“Itu (impor bawang putih) nggak pernah dibatalkan, kata siapa dibatalkan,” tuturnya saat ditemui usai menggunakan hak suaranya di TPS 20 Kelurahan Pancoran, Jakarta Selatan, Rabu (17/4).

Darmin mengatakan, Rabu (18/4) ini, akan melakukan pembicaraan dengan Enggar terkait hal tersebut. Tapi, ia belum dapat memastikan akan bertemu langsung di kantor Kemenko Perekonomian atau hanya berkomunikasi melalui telepon. Darmin juga belum bisa mengonfirmasi, apakah pembicaraan tersebut bersifat meminta Kementerian Perdagangan untuk segera mengeluarkan surat kepada Kementerian BUMN atau hal lain.

Sementara itu, Enggartiasto Lukita menuturkan, para importir bawang putih masih memiliki stok dari kuota impor yang diberikan setelah menyelesaikan wajib tanam. Tapi, ia belum dapat menjelaskan mengenai kondisi dan jumlah stok bawang putih terbaru di gudang importir.

Ketua Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (Gammi), Adhi S Lukman, mengatakan, bawang putih memang masih dibutuhkan penuh dari pasokan impor. Karena itu, pemerintah harus merespons gejolak harga secara cepat.

Namun, Adhi menilai, langkah yang ditempuh Kemendag untuk memaksimalkan terlebih dahulu dari stok yang dimiliki importir saat ini sudah tepat. “Pak Mendag selain memanggil importir juga para pengguna. Kita harapkan ini bisa cepat supaya tidak kekurangan,” ujar dia.

Editor: M Agung Riyadi

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *