Teknologi Otomasi Fertigasi Permudah Budidaya Tanaman Hidroponik di Perkotaan | Villagerspost.com

Teknologi Otomasi Fertigasi Permudah Budidaya Tanaman Hidroponik di Perkotaan

Sayuran hidroponik “tadah hujan” ini, sudah siap dipanen (villagerspost.com/suharjo)

Jakarta, Villagerspost.com – Teknologi otomasi fertigasi, saat ini mulai banyak digunakan oleh para pegiat urban farming, khususnya mereka yang melakukan budidaya tanaman secara hidroponik. Salah satu Kelompok Wanita Tani (KWT) yang mengadopsi hal tersebut adalah KWT Berkah MBR yang berada di Kecamatan Katulampa, Bogor Timur.

“Melalui pemanfaatan teknologi otomasi fertigasi, budidaya hidroponik di perkotaan harus semakin produktif, teknologi seperti ini bisa membuat pekerjaan semakin efektif dan efisien” ungkap Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian Agung Hendriadi saat mengunjungi KWT Berkah MBR pada Minggu (3/1).

Agung mengatakan, KWT Berkah MBR layak menjadi teladan bagi kegiatan pemberdayaan masyarakat berbasis pertanian perkotaan atau urban farming. “Keberhasilannya dalam mengembangkan budidaya hidroponik organik ini diharapkan bisa memotivasi kelompok masyarakat lainnya” ujarnya.

Sistem fertigasi sendiri adalah teknologi pemberian larutan nutrisi sesuai kebutuhan air tanaman tanpa menggunakan listrik untuk mensirkulasikan larutan nutrisi. Teknologi otomasi fertigasi sangat mempermudah pekerjaan karena dilakukan melalui sistem yang terkontrol otomatis. Karenanya tanaman akan ternutrisi secara tepat baik waktu, jumlah, maupun kadarnya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Pusat Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan, Yasid Taufik mengungkapkan, sebagai penerima bantuan pemerintah untuk kegiatan Pekarangan Pangan Lestari (P2L) tahun 2020, KWT Berkah MBR terus didorong agar produktif dan inovatif dalam bertanam di pekarangan.

“Seperti yang diungkapkan Kepala BKP, tentu kami akan terus mendorong KWT Berkah dan juga kelompok masyarakat lainnya agar dapat mengadopsi teknologi ini sehingga masyarakat dapat berproduksi dan ketahanan pangan terjaga,” ujar Yasid.

Sementara itu, Ketua KWT Berkah MBR Rita mengakui, aktivitas kelompoknya berawal dari kegiatan pengelolaan sampah yang kemudian berkembang menjadi pembuatan kompos, ternak ikan, hingga bertanam hidroponik dengan sistem pengairan otomatis. “Kita tidak perlu lagi menyiram, setiap pagi dan sore selama setengah jam tanaman dengan sendirinya akan tersiram” ujarnya.

Dengan jumlah anggota sebanyak 40 orang, mereka memanfaatkan lahan seluas 400 m² untuk bertanam hidroponik seperti bayam, kangkung, cabai, bawang, dan seledri. Selain itu mereka juga memanfaatkan lahan pekarangan yang ada untuk ternak ikan lele.

“Sampai saat ini kami sudah panen lebih dari tiga kali, dan hasilnya kami manfaatkan untuk kebutuhan harian dan sebagian dijual ke warga sekitar,” ungkapnya.

Apa yang dilakukan oleh KWT Berkah MBR dengan teknologi otomasi fertigasi ini sejalan dengan pesan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo. Memasuki tahun baru 2021, Syahrul berharap sektor pertanian Indonesia bisa semakin berkembang menjadi lebih mandiri dan modern, agar bisa memenuhi kebutuhan pangan dalam negeri.

“Menyambut tahun baru 2021, mari melangkah dengan semangat yang lebih menggelora dan tekad kita yang lebih kuat dalam mewujudkan pertanian Indonesia yang semakin maju, semakin mandiri dan modern,” tegasnya.

Editor: M. Agung Riyadi

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *