Teknologi Pemusnah Sampah Ramah Lingkungan Dari Tangsel

Ir. H. Kemal Pasya mempresentasikan teknologi pengolahan sampah ramah lingkungan “MUSAYAMA” (dok. istimewa)

Tangerang Selatan, Villagerspost.com – Hingga saat ini di Indonesia belum ada teknologi pemusnah sampah yang efektif. Selama ini sampah hanya berpindah tempat hingga terbawa ke laut. Saat ini Tempat Pembuangan Akhir sampah (TPA), hampir di seluruh indonesia sudah melebihi kapasitas, dan terancam ditutup karena mendapat protes dari warga.

Penutupan TPA ini sebenarnya tidak akan menjadi masalah jika UU No 18 tahun 2008, tentang Pengolahan Sampah dapat dijalankan dengan benar. Tetapi ternyata hingga saat ini tidak ada solusi pemusnahan sampah yang efektif berjalan di Indonesia.

Kondisi seperti inilah yang membuat Ir. H. Kemal Pasya, seorang arsitek lulusan Institut Teknologi Bandung, tergerak untuk mencari solusi penanganan masalah sampah yang ramah lingkungan. Lewat buah pikir Kemal Pasya, maka lahirlah teknologi pengolahan sampah ramah lingkungan yang dia sebut MUSAYAMA. Nama itu adalah singkatan dari Musnah Sampah Kaya Manfaat.

Sesuai namanya, mesin pengolah sampah karya Kemal ini memang mampu mengolah sampah hingga nyaris tanpa sisa. Selain itu, dari proses pengolahan sampah melalui teknik combustion atau pembakaran ini, juga bisa menghasilkan manfaat turunan, seperti menghasilkan tenaga listrik, menghasilkan briket yang juga bisa menjadi sumber energi. Belum lagi, dari turunan sampah organik yang diolah, bisa diubah menjadi pupuk organik, dan beragam turunan lainnya yang bermanfaat.

Kemal mengatakan, hasil pembakaran pun tidak menimbulkan polusi karena, sebelum asap keluar dari cerobong, dilakukan proses pendinginan dengan air sehingga zat berbahaya tidak ikut keluar melalui cerobong, karena telah melalui proses pendinginan dan hasil pembakaran yang keluar lebih berupa uap yang tak berbahaya dan tidak berbau.

MUSAYAMA, teknologi pengubah sampah menjadi penggerak roda industri (dok. istimewa)

Teknologi tersebut telah diterapkan Kemal melalui perusahaan pengelolaan sampah miliknya yang bernama ABU & Co, yang berdomisili di BSD. Sejauh ini, kata Kemal, ABU & Co, adalah satu-satunya perusahaan pengolah sampah di Indonesia yang mengembangkan mesin pemusnah secara efektif minim polusi.

Perusahaan milik H. Ir. Kemal Pasya ini berhasil membuat satu unit pemusnah berkapasitas 20 ton yang nyaris bebas bau. Menurut H. Ir. Kemal Pasya, perusahaannya telah melayani pengolahan sampah di Kota Tangsel selama lebih dari 25 tahun.

Namun baru setahun terakhir ini menguji coba sistem baru yang sangat efisien. Saat ini sekitar 10.000 rumah telah dilayani dengan kapasitas sampah mencapai 30 ton sampah per hari.

Hebatnya semua sampah itu dapat diolah seluruhnya dalam waktu 1 hari. Artinya tidak ada lagi sisa sampah dari pelanggan yang menumpuk, tidak heran jika tidak tercium bau yang menyengat.

“Ini berkat adanya alat yang kami miliki, yang berteknologi MUSAYAMA” ujar Ir. Kemal Pasya, saat mempresentasikan teknologi hasil temuannya di Tangerang Selatan, Senin (15/7).

“Mesin kami bekerja selama 24 jam, tanpa menggunakan bahan bakar, mampu memusnahkan hingga 20 ton sampah per hari dan dapat menghasilkan banyak produk seperti bahan bakar cair, bahan bakar gas, asap cair dan arang,” tambah Kemal.

Kemal memaparkan, cara kerja pemusnahan sampah di Tempat Pengolahan Sampah ABU & Co, terdiri dari beberapa tahapan. Pertama, pengumpulan sampah dari rumah tangga yang saat ini sudah terlayani mencapai 10 ribu rumah tangga. Kedua, pengangkutan ke TPT ABU & Co.

Ketiga, setibanya di TPT ABU & Co., sampah dipilah menjadi sampah organik dan non organik. Keempat, proses pemanfaatan sampah yang dipilah. Dalam proses ini sampah-sampah yang bisa didaur ulang atau diolah menjadi barang yang berguna lainnya, maka akan dilakukan proses daur ulang. Seperti misalnya, pembuatan atap berbahan baku plastik pengganti asbes yang lebih aman dan ringan, namun lebih kuat. Atau untuk sampah organik, bisa dimanfaatkan menjadi pupuk organik.

Kelima, sampah yang tersisa dan tidak termanfaatkan, akan dimusnahkan di alat MUSAYAMA. Proses pemusnahan sampah di MUSAYAMA ini, kata Kemal, merupakan kombinasi dua proses yang saling mendukung dan saling memanfaatkan yaitu, proses incenerasi atau pembakaran dan pyrolysis atau proses dekomposisi termokimia bahan organik melalui proses pemanasan. “Kita menyebutnya dengan waste-pyrolysis cycle,” kata Kemal.

Cara kerjanya, awalnya, sampah dimusnahkan melalui proses pembakaran. “Pemusnahan ini akan menghasilkan gas yang jika dibakar akan menghasilkan panas,” ujarnya. Panas inilah yang digunakan untuk meningkatkan suhu incenerasi untuk memusnahkan sampah.

Selain itu, kata Kemal, proses pemusnahan juga bisa menghasilkan benda yang bermanfaat. “Jika yang dibakar sampah organik bisa menghasilkan arang, jika yang dimasukkan sampah non organik, bisa menghasilkan bahan bakar yang disebut black solar,” ujarnya. Karena itulah, proses pemusnahan sampah di MUSAYAMA, sangat irit sekaligus ramah lingkungan.

Kemal mengatakan, ada enam kriteria yang diterapkan dalam proses pengolahan sampah melalui MUSAYAMA. Pertama, kapasitas harus besar. “Sampah datang setiap hari dalam jumlah banyak, jadi harus selesai dalam hari itu dimusnahkan,” paparnya.

Kedua, ramah lingkungan. Ketiga, asas manfaat. Selain sampahnya dimusnahkan, juga menghasilkan produk lain yang bisa memberikan nilai tambah. Keempat, nilai investasinya kecil, karena MUSAYAMA dibuat dari 100 persen konten lokal karya anak bangsa.

Kelima, durabilitas, atau daya tahan. “Alat pemusnah sampah umumnya setelah beberapa waktu mengalami kerusakan karena tingginya tingkat korosi. Alat ini didesain tahan korosi karena memakai stainless steel (baja anti karat-red),” papar Kemal.

Keenam, biaya operasi kecil. “Karena relatif alat ini tidak menggunakan bahan bakar lain untuk burner, tanpa BBM (bahan bakar minyak-red), BBM-nya adalah sampah itu sendiri,” papar Kemal.

Menurut kepala teknik MUSAYAMA Achsan Indriadi, mesin ini telah diuji selama 1 tahun, digunakan 24 jam setiap harinya, tanpa menggunakan bahan bakar, asap yang minim dan minim tenaga listrik, bahkan dapat menghasilkan tenaga listrik dan produk manfaat lainnya, dan 100 persen menggunakan material lokal dan teknologi lokal.

Saat ini mesin Musayama dari PT ABU & Co siap untuk diperkenalkan kepada khalayak ramai. Harapannya agar dapat diikuti oleh pengelola sampah lainnya di Indonesia, dan teknologi asli karya bangsa Indonesia ini dapat berkembang dan menjadi solusi bagi permasalahan sampah di Indonesia.

Penulis/Editor: M. Agung Riyadi

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *