Terapkan Pertanian Organik, Petani Indramayu Bebas Serangan Kresek

Sawah milik Yusup bebas serangan kresek dengan pertanian organik (dok. villagerspost.com/tatang tarsono)
Sawah milik Yusup bebas serangan kresek dengan pertanian organik (dok. villagerspost.com/tatang tarsono)

Indramayu, Villagerspost.com – Fenomena iklim La Nina yang membuat musim kemarau ini menjadi musim yang basah, membuat para petani harus mempercepat musim rendeng alias musim tanam 2016/2017. Demikian pula halnya dengan para petani di Indramayu yang juga mempercepat musim tanam demi mengikuti instruksi pemerinah pusat.

Percepatan tanam ini juga dilakukan untuk menggenjot target swasembada pangan. Yusuf, seorang petani asal Desa Rancabugang, Indramayu mengatakan, di Indramayu percepatan tanam musim rendeng dilakukan pada awal Oktober dan akan memasuki masa panen pada awal tahun 2017.

“Nah, biasanya kalau ada percepatan musim tanam petani dihantui banyaknya hama dan penyakit, seperti tikus, burung, penyakit hawar daun atau kresek dan sebagainya,” kata Yusup kepada Villagerspost.com, Selasa (10/1).

Dari sekian banyak hama dan penyakit yang menghantui, yang paling ditakuti petani adalah penyakit hawar daun. “Atau petani bilang kresek,” katanya.

Penyakit hawar daun pada tanaman padi lebih sering disebabkan oleh bakteri Xanthomonas oryzae. Serangan penyakit ini menyebabkan kerugian yang sangat besar bagi petani. Kasus penurunan produksi dan kualitas padi sebagian besar disebabkan oleh penyakit ini.

Bahkan pada kasus-kasus yang lebih serius, penyakit hawar daun menyebabkan berkurangnya produktivitas mencapai 35% di wilayah desa Ranca Sari, Kecamatan Bangodua, Indramayu. Beruntung, Yusup menerapkan sistem pertanian organik di sawahnya.

Alhasil, pada musim rendeng ini, dia lolos dari serangan hama dan penyakit, termasuk kresek. Sawah Yusup tampak terlihat kuning cerah dan siap panen. Pemandangan kontras terlihat pada sawah di sebelahnya yang tampak rusak terserang penyakit kresek.

Daun padi pada sawah tetangga juga terlihat agak buram/butek. “Saya bertani organik sejak tahun 2003 dengan mengaplikasikan pupuk KOHE (Kotoran hewan) semprot dengan urine,” kata Yusup, dengan nada bangga.

Pertanian organik memang menjadi salah satu cara ampuh mengatasi penyakit tanaman pada padi, termasuk kresek. Mengembalikan jerami ke sawah misalnya, akan ikut mengembalikan unsur Kalium ke tanah. Kalium merupakan unsur yang dibutuhkan untuk meningkatkan daya tahan tanaman terhadap penyakit.

Penggunaan pupuk organik dan menghindari penggunaan pupuk kimia seperti urea juga mencegah berlebihannya unsur Nitrogen dalam tanah. Berlebihannya unsur Nitrogen akan membuat tanaman rentan terhadap penyakit.

Laporan: Tatang Tarsono, Petani Muda Pengamat Cuaca Indramayu

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *