Terbentur Kawasan Konservasi, BUMDes Mitra Karya Sulit Kembangkan Usaha

Ilustrasi peternakan ayam petelur (dok. bojonegorokab.go.id)

Jakarta, Villagerspost.com – Terletak berdampingan dengan kawasan konservasi menjadi tantangan tersendiri bagi para pengelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Mitra Karya, Desa Karya Jaya, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur untuk mengembangkan usaha. BUMDes yang mengembangkan usaha ternak ayam petelur itu, kesulitan mengembangkan lahan untuk menambah jumlah kandang ayam petelur lantaran kawasan sekitarnya adalah kawasan konservasi yang tertutup bagi usaha lain.

Untuk diketahui, sebanyak 80 persen wilayah Desa Karya Jaya, Kecamatan Samboja, ini masuk dalam wilayah konservasi, Taman Hutan Raya (Tahura) Bukit Soeharto. Desa ini memiliki luas sekitar 1.000 hektare. Masyarakat Desa Karya Jaya mengaku resah dengan status tanah mereka yang mayoritas masuk kawasan konservasi karena membuat pemerintah tak bisa melaksanakan pembangunan di desa tersebut.

Ketua Komisi V DPR RI Fary Djemi Francis yang berkunjung ke desa tersebut pada Kamis (30/8) lalu mengatakan, pihaknya akan berupaya berkoordinasi dengan Komisi IV DPR untuk menyelesaikan masalah ini. “Pengembangan Bumdes ini terkendala lahan yang masuk dalam kawasan konservasi. Kami akan berkoordinasi dengan Komisi IV DPR RI untuk disampaikan ke mitra terkait. Dirjen Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (PPMD) juga sudah menerima aspirasinya dan siap meneruskan ke pihak terkait,” ungkap Fary.

Politikus Gerindra itu mengatakan, potensi ekonomi Desa Karya Jaya cukup besar, khususnya di bidang perdagangan, pertanian dan peternakan. BUMDes Mitra Karya sendiri didirikan pada tahun 2017 lalu dengan modal awal dari penyertaan modal dari Dana Desa sebesar Rp78 juta. Uang tersebut digunakan untuk pembangunan kandang dan pengadaan 200 ekor ayam petelur.

“Kami berharap usaha peternakan tersebut bisa berjalan secara berkesinambungan, minimal mampu melewati masa semusim produktivitas ayam petelur yaitu selama 2 tahun,” ujar Fary.

Pelaksana Operasional BUMDes Mitra Karya Muasiah mengatakan, saat ini usaha peternakan ayam petelur telah mempunyai omset sebesar 12 piring telur per hari atau setara 360 butir. Satu piring telur dijual dengan harga sebesar Rp45 ribu. “Kami mohon dukungan Dana Desa tetap mengalir untuk pengembangan usaha ke depan, penambahan kandang dan ayam petelur serta peninjauan ulang status kawasan konservasi di Desa Karya Jaya,” ujar Muasiah.

Kepala Desa Karya Jaya Wahidin mengatakan, dengan jumlah produksi sebesar itu, BUMDes Mitra Karya mampu meraih penghasilan Rp540 ribu perhari. “Artinya dalam sebulan bila tidak ada kekurangan mampu menghasilkan sekitar Rp16,2 juta dan setahun mencapai Rp194,4 juta, belum dipotong biaya operasional,” ujarnya.

Saat ini, kata Wahidin, BUMDes sudah memiliki uang kas keuntungan bersih sebanyak Rp 10 juta. “Itu terkumpul baru dua bulan terakhir setelah terlebih dulu melunasi pembayaran biaya operasional pengembangan budidaya ayam petelur tersebut,” katanya.

Ia menyebut pendapatan tersebut masih bisa bertamambah. Sebab potensi kandang yang dibangun bisa menampung sekitar 800 ekor ayam petelur. “Ini kandangnya masih dua tingkat dengan kapasitas 450 ekor. Tapi masih bisa ditingkatkan nenjadi 3 tingkat dengan kapasitas 800 ekor. Kemarin kita mau sekaligus tapi modalnya tidak cukup, Rp 78 juta itu untuk kandang dan perlengkapan pendukung, serta pengadaan bibit ayamanya,” ujarnya.

Wahidin berharap usaha peternakan ayam petelur itu bisa dikembangkan pada saatnya. Untuk saat ini, usaha BUMDes Mitra Karya masih sebatas memenuhi kebutuhan masyarakat setempat dengan dijual ke warung-warung. “Ke depan diharap bisa memenuhi permintaan dari luar yang sudah banyak masuk,” ujarnya.

Selain itu, ia menyebut BUMDes nantinya akan mengembangkan usaha budidaya sarang burung walet dan usaha home industri ibu rumah tangga dan kader PKK. “Targetnya usaha ekonomi masyarakat dan pemberdayaan masyarakata terwujud ditandai masyarakat memperoleh penghasilan,” pungkasnya.

Editor: M. Agung Riyadi

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *