Terjebak Jalan Berlumpur Rawajitu, Penderita DBD Nyaris tak Tertolong | Villagerspost.com

Terjebak Jalan Berlumpur Rawajitu, Penderita DBD Nyaris tak Tertolong

Kondisi terkini jalan nasional Rawajitu Timur, yang berkubang lumpur akibat hujan (villagerspost.com/ari suharso)

Tulang Bawang, Villagerspost.com – Kondisi jalan nasional poros Rawajitu semakin memprihatinkan. Di musim penghujan, kondisi jalan tersebut lebih mirip kubangan lumpur ketimbang jalan nasional. Banyak kendaraan mulai dari kendaraan kecil hingga truk-truk besar pengangkut barang, terjebak di kubangan lumpur hingga mengakibatkan macet berkepanjangan.

Kondisi jalan yang berlumpur parah akibat guyuran hujan ini, tak hanya merugikan secara ekonomi bagi masyarakat, khususnya petambak udang di wilayah Bumi Dipasena. Bahkan, akibat efek kemacetan parah yang terjadi sejak Rabu (13/3) hingga hari ini, Jumat (15/3), nyawa seorang warga Rawajitu Timur penderi demam berdarah dengue (DBD) nyaris tak tertolong.

Adalah Siti Aisyah (19) gadis asal Bandung yang sedang bekerja di sebuah koperasi di Kecamatan Rawajitu Timur, Kabupaten Tulang Bawang, Lampung yang nyawanya nyaris tak tertolong karena menderita demam berdarah. Aisyah nyaris saja tewas karena warga kesulitan menembus kemacetan dan jalanan yang berkubang lumpur untuk bisa membawa gadis malang itu, ke rumah sakit.

“Syukurnya ada warga yang baik hati menunjukkan setapak pinggir sawah, sehingga jam satu sudah bisa sampai di rumah sakit,” ujar Zaenal, seorang warga kepada Villagerspost.com.

Banyak kendaraan, khususnya truk besar pengangkut barang yang terjebak lumpur sehingga menimbulkan kemacetan (villagerspost.com/ari suharso)

Zaenal menambahkan, kondisi Aisyah cukup parah saat tiba di rumah sakit Mutiara Bunda Unit 2 Tulang Bawang. “Perjalanan yang semestinya hanya 2 jam, kalau ditempuh lewat jalan nasional poros Rawajitu, dalam kondisi seperti ini bisa mencapai hingga 6 jam lebih,” katanya.

Aisyah terdeteksi menderita demam berdarah sejak pagi hari Rabu (13/3). Siti Aisyah mendatangi Puskesmas di Kecamatan Rawajitu Selatan untuk periksa kesehatannya karena merasa pusing dan sedikit demam. Dari hasil pemeriksaan, diketahui kadar trombosit dalam tubuhnya yang terus menurun.

Pihak puskemas pun meminta Aisyah untuk dirawat karena setelah di periksa Aisyah dipastikan terjangkit demam berdarah.

Pasien DBD Rawajitu YouTube play
Melihat perkembangan Aisyah dengan kadar trombosit yang terus menurun hingga mencapai 60 ribu serta kondisi fisik yang semakin melemah pihak Puskesmas Rawajitu meminta pihak keluarga agar Aisyah segera dibawa ke rumah sakit yang lebih lengkap di Unit 2 untuk mendapat perawatan yang lebih intensif.

Rabu (13/3) sore hari, pihak keluarga langsung membawa Aisyah menuju rumah sakit. Namun baru berjalan beberapa menit mobil yang membawa Aisyah terpaksa harus berhenti karena jalan sama sekali tidak dapat dilewati.

Zaenal, yang juga salah satu kerabat Aisyah menuturkan, mobil yang mereka tumpangi harus berhenti berjam-jam karena jalan tidak dapat dilewati akibat banyak kendaraan terjebak lumpur, hingga akhirnya keluarga Asyah ditolong seorang warga yang menunjukkan setapak sempit untuk menghindari kubangan lumpur di badan jalan yang membuat kemacetan. Hingga siang ini (15/3), Aisyah masih dirawat di Rumah Sakit Mutiara Bunda, dengan kondisi fisik yang berangsur pulih.

Kondisi pasien DBD, Siti Aisyah yang berangsur pulih setelah berhasil dibawa ke rumah sakit melalui jalan alternatif yang ditunjukkan warga (villagerspost.com/ari suharso)

Jalan Poros Rawajitu yang berstatus jalan nasional ini sesungguhnya hanya sepanjang 61 kilometer. Namun jalan yang sudah tiga kali berganti status sejak tahun 2009 ini harus ditempuh dalam waktu berjam-jam bahkan kadang hingga dua hari karena banyaknya kubangan yang membuat mobil terjebak lumpur.

Masyarakat sangat berharap perbaikan secepatnya dilakukan oleh pemerintah, khususnya bagian jalan utama yang berada di wilayah Sidang Gunung Tiga hingga Kecamatan Rawajitu Selatan. Pasalnya di wilayah tersebut tidak ada jalan alternatif sama sekali karena merupakan wilayah persawahan yang masuk sebagai lumbung padi nasional.

Laporan/Foto: Ari Suharso, Ari Suharso, Petambak Udang di Rawajitu, Anggota P3UW Lampung, Jurnalis Warga untuk Villagerspost.com

Video: Zaenal, warga Rawajitu Timur.

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *