Terkendala Air, Gubug Konsultasi Hidroponik ke Dinas Pertanian Brebes

Kunjungan pihak Dinas Pertanian Brebes ke kebun hidroponik GUBUG (dok. villagerspost.com/suharjo)

Brebes, Villagerspost.com – Langkah anak-anak muda Desa Sidamulya, Kecamatan Wanasari, Kabupaten Brebes yang tergabung dalam Generasi Muda Bergerak untuk Gemilang (GUBUG), untuk mengembangkan pertanian hidroponik tak berhenti sebatas berinovasi dengan media tanam. Masalah kualitas air pun menjadi perhatian agar hasil panen semakin membaik.

Wakil Ketua GUBUG Aji mengatakan, kegiatan pertanian hidroponik kelompoknya memang masih terkendala yaitu pada ketersediaan air. “Air yang digunakan masih beli di tetangga yang menggunakan PDAM,” kata Aji kepada Villagerspost.com, Sabtu (14/7).

Hal ini menjadi masalah karena untuk memenuhi kebutuhan air, biaya yang dikeluarkan menjadi mahal. GUBUG tidak dapat sembarangan menggunakan air karena jika menggunakan air sumur, TDS (Total Dissolved Solids) atau padatan terlarut, mengacu pada setiap mineral, garam, logam, kation atau anion yang terlarut dalam air mencapai 500-an ppm atau part per million.

Pihak dinas ikut memeriksa instalasi saluran air pada instalasi hidroponik milik GUBUG (dok. villagerspost.com/suharjo)

Sedangkan air PDAM TDS-nya sangat baik yaitu hanya 13 ppm. “Ini mempermudah pemberian nutisi yang sesuai untuk tanaman. Misalnya pada pindah tanam ppm 300-an, umur 20 hari ppm 600-an,” kata Aji, yang juga koordinator GUBUG untuk pertanian hidroponik.

Untuk itu, saat menerima kunjungan dari Dinas Pertanian Brebes, beberapa waktu lalu, Aji menggunakan kesempatan itu untuk melakukan konsultasi mengatasi masalah air ini. Didi dari pihak Dinas Pertanian pun memberikan beberapa saran kepada anak-anak GUBUG.

Didi mengatakan, untuk menyiasati kebutuhan air, anak-anak GUBUG bisa mencoba menampung air sumur lalu didiamkan untuk beberapa waktu. “Nanti coba ukur TDS-nya, turun atau tidak,” ujarnya.

Berfoto bersama dengan pihak Dinas Pertanian yang berjanji akan memberikan bantuan teknis kepada GUBUG (dok. villagerspost.com/suharjo)

Didi menyampaikan, pihak Dinas Pertanian akan berupaya membantu GUBUG dalam kegiatan pertanian hidroponiknya, namun, kata dia, jika ingin dapat bantuan dari pemerintah harus terdaftar dan paling tidak sudah berjalan 3 tahun.

Staf Dinas Pertanian lainnya, Sisman mengatakan, mengatakan, Kabupaten Brebes akan mencoba mengkomunikasikan masalah ini ke DPRD Brebes. “Apakah pada DPRD ada untuk dana aspirasi terkait kegiatan pemuda yang produktif, nanti kita tanyakan,” ujarnya

Aji berharap, pemerintah bisa mendukung kegiatan pemuda GUBUG agar bisa berkembang lebih maju lagi. “Kami akan berkomunikasi dengan pihak desa untuk membantu pengembangan hidroponik di desa,” ujarnya.

Laporan: Suharjo, Petani Muda asal Desa Sidamulya, Brebes, Jawa Tengah, Jurnalis Warga untuk Villagerspost.com

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *