Terkontaminasi Benih Transgenik, Petani Perancis dan Jerman Hancurkan Ribuan Hektare Ladang Rapeseed | Villagerspost.com

Terkontaminasi Benih Transgenik, Petani Perancis dan Jerman Hancurkan Ribuan Hektare Ladang Rapeseed

Ilustrasi perdebatan soal keamanan tanaman hasil rekayasa genetik (dok. slate.com)

Jakarta, Villagerspost.com – Para petani di Perancis dan Jerman, menghancurkan ribuan hektare ladang rapeseed (Brassica napus–tanaman biji-bijian penghasil minyak) milik mereka. Hal itu dilakukan setelah para petani menemukan jejak adanya genetically modified organism (GMO) atau benih hasil rekayasa genetik (transgenik) yang terlarang, pada tanaman-tanaman tersebut.

Benih rapeseed tersebut dijual oleh raksasa benih Jerman, Bayer. Pihak Bayer sendiri yang mengkonfirmasi terjadinya penghancuran ladang rapeseed besar-besaran di Perancis dan Jerman itu, pada Rabu (6/2) lalu, seperti dikutip dari Reuters.

Temuan adanya kontaminasi benih transgenik pada benih rapeseed tersebut diketahui setelah adanya pemeriksaan oleh otoritas Perancis selama musim gugur. Chief Operating Officer Bayer untuk Prancis Catherine Lamboley mengatakan, diperkirakan kurang dari 0,005 persen volume, dalam tiga batch benih rapeseed yang terkontaminasi benih transgenik, yang dijual di bawah merek Dekalb. Dekalb sebelumnya adalah merek Monsanto sebelum perusahaan AS diambil alih oleh Bayer tahun lalu.

“Belum diketahui apa yang menyebabkan kontaminasi benih rapeseed, yang diproduksi di Argentina di area bebas transgenik. Kami memutuskan untuk segera menghentikan semua produksi benih rapeseed di Argentina,” kata Lamboley seperti dikutip dari Reuters.

Tanaman transgenik banyak ditanam di seluruh dunia, tetapi mereka tetap kontroversial di Eropa. Di sana, sangat sedikit varietas yang diizinkan untuk tumbuh dan beberapa negara seperti Perancis telah sepenuhnya melarang penanaman benih transgenik, dengan alasan risiko lingkungan.

Kontaminasi benih transgenik pada benih rapeseed yang ditemukan, merupakan varietas rapeseed yang ditanam di Kanada. “Tanaman ini tidak diizinkan untuk dibudidayakan di Eropa, meskipun diizinkan dalam impor yang ditujukan untuk makanan dan pakan hewan,” kata Lamboley.

Bayer mengeluarkan penarikan produk tetapi beberapa benih sudah ditabur, pada areal seluas kira-kira 8.000 hektare di Perancis dan antara 2.500 hektare hingga 3.000 hektare di Jerman, yang sedang dalam proses dihancurkan. Benih rapeseed yang diproduksi di Argentina ini ditujukan untuk pasar Eropa dan mewakili 12 persen dari pasokan rapeseed untuk Perancis.

Bayer menolak untuk memperkirakan nilai kerugin yang ditimbulkan akibata danya kasus kontaminasi benih transgenik itu, tetapi mereka mengatakan, akan menawarkan kompensasi sebesar 2.000 Euro per hektare kepada petani yang terkena dampak. Total nilai ganti rugi ini diperkirakan mencapai 20 juta Euro di Perancis dan Jerman.

“Kompensasi tersebut dibayarkan untuk mengganti hilangnya potensi pendapatan dari ladang rapeseed musim ini dan para petani juga tidak akan dapat membudidayakan tanaman tersebut untuk musim berikutnya sebagai tindakan pencegahan untuk menghindari munculnya kembali galur transgenik,” tambah Lamboley.

Perintah untuk menghancurkan tanaman rapeseed yang terkontaminasi benih transgenik ini adalah pukulan telak lainnya bagi petani rapeseed di Eropa yang pada musim ini menabur lebih sedikit benih karena terkena dampak kekeringan.

Meski demikian, areal tanaman yang terpaksa dihancurkan itu, kecil dibandingkan dengan total area tanam rapeseed pada musim dingin di Perancis, yang diperkirakan oleh kementerian pertanian pada bulan Desember lalu, mencapai seluas 1,23 juta hektare. Sementara area tanaman rapeseed di Jerman mencapai hampir 1 juta hektare.

Editor: M. Agung Riyadi

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *