Tim Gakkum KLHK Kembali Segel Area Bekas Terbakar di Lahan Konsesi

Kebakaran Lahan Gambut di Kalimantan Tengah (dok. greenpeace)

Jakarta, Villagerspost.com – Tim Direktorat Jenderal Penegakkan Hukum (Gakkum) LHK, didukung Balai Taman Nasional (BTN) Gunung Palung dan Brigade Manggala Agni, kembali menyegel areal bekas terbakar di dalam lahan konsesi perusahaan di Kabupaten Kubu Raya dan Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat. Penyegelan tersebut dilakukan, pada Senin 17 September lalu di area milik dua perusahaan.

Perusahaan tersebut adalah PT PWA dan PT PIG yang bergerak di bidang perkebunan. Berdasarkan pantauan drone, areal konsesi PT PIG yang terbakar seluas 465 hektare, di Desa Pesaguan Kanan, Kecamatan Matan Hilir Selatan, Kabupaten Ketapang. Sedangkan areal konsesi yang terbakar milik PT PWA berlokasi di Desa Pasak Piang, Kecamatan Sungai Ambawang, Kabupaten Kubu Raya.

“Penyegelan ini merupakan lanjutan dari penyegelan terhadap lima perusahaan sebelumnya pada bulan Agustus 2018. Penyegelan dilakukan untuk mendukung proses penegakan hukum baik penerapan sanksi administrasi, perdata maupun pidana agar memberikan efek jera,” ujar Direktur Pencegahan dan Pengamanan Hutan, Sustyo Iriyono, dalam siaran pers yang diterima Villagerspost.com, Kamis (20/9).

Pada kesempatan lain Dirjen Penegakan Hukum LHK, Rasio Ridho Sani menekankan kembali bahwa kebakaran hutan dan lahan telah menimbulkan dampak dan kerugian yang luar biasa bagi kesehatan masyarakat, lingkungan, dan perekonomian. “KLHK sangat serius menangani kebakaran hutan dan lahan, pemantauan dan upaya penegakan hukum secara berlapis akan terus dilakukan untuk memberikan efek jera yang sangat besar,” ujar Roy.

Sebelumnya, Tim Gakkum KLHK juga melakukan penyegelan area terbakar di konsesi lima perusahaan perkebunan di Kubu Raya, Kalimantan Barat (Kalbar). Lima perusahaan itu adalah PT SUM, PT PLD, PT AAN, PT APL, dan PT RJP. Penyegelan dilakukan pada hari Sabtu dan Minggu tanggal 25 dan 26 Agustus 2018 atas instruksi Menteri LHK, Siti Nurbaya.

Penyegelan tersebut dilakukan oleh tim yang dipimpin langsung Dirjen Penegakan Hukum KLHK, Rasio Ridho Sani. Penyegelan lokasi yang terbakar ini untuk mendukung penegakan hukum karhutla secara tegas agar ada efek jera kepada para pelaku.

“Bu Menteri memonitor penanganan kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dan memerintahkan kami turun langsung ke lokasi. Beliau menekankan bahwa Pemerintah sangat serius menangani kasus karhutla,” kata Roy.

Saat penyegelan ini dilakukan, Roy didampingi Direktur Pengawasan dan Sanksi Administrasi KLHK Sugeng Priyanto dan Direktur Pencegahan dan Pengamanan KLHK Sustyo Iriyono, serta para penyidik dan pengawas lingkungan hidup. “Kami akan terus memantau lokasi-lokasi lainnya yang terbakar, termasuk dengan menggunakan teknologi satelit dan drone,” tegas Roy.

“Kemudian berkaitan dengan upaya mencegah dan menanggulangi karhutla di Kalbar yang selama ini telah dilakukan oleh Satgas Karhutla, TNI, Polda Kalbar, Pemda dan masyarakat, KLHK akan terus mendukung dan mengapresiasi kerja keras tersebut,” tambahnya.

Editor: M. Agung Riyadi

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *