Tingkatkan Skala Respons, Oxfam Jangkau 500 Ribu Penyintas Gempa Palu-Donggala

Peta ilustrasi pusat gempa yang melanda Palu-Donggala dan sekitarnya di Sulawesi Tengah (dok. diskominfo kaltim)

Jakarta, Villagerspost.com – Oxfam dan organisasi-organisasi mitra meningkatkan respons mereka untuk mendukung 500.000 orang penyintas bencana gempa dan tsunami yang menimpa kota Palu-Donggala dan sekitarnya. Skala respons tersebut ditingkatkan setelah pemerintah mengumumkan pada hari Senin (1/10), bahwa lebih dari 2 juta orang mungkin terkena dampak gempa bumi dahsyat dan tsunami di Sulawesi Tengah itu.

“Oxfam sedang meningkatkan responsnya untuk menjangkau 500.000 orang dengan pasokan bantuan penting seperti makanan siap saji, alat pemurnian air dan paket penampungan,” kata Manager Kemanusiaan Oxfam di Indonesia Ancilla Bere, dalam siaran pers yang diterima Villagerspost.com.

Setidaknya 840 orang tewas dan ratusan rumah dan bangunan ambruk telah ambruk, berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana Indonesia (BNPB). Badan tersebut mengatakan jumlah korban tewas mungkin lebih tinggi karena pejabat lokal sekarang menghitung mayat di rumah sakit dan tempat ibadah setempat.

“Skala kerusakan akibat gempa dan tsunami sangat besar dan ada kekhawatiran banyak orang terjebak di bawah reruntuhan bangunan seperti hotel dan supermarket. Operasi pencarian dan penyelamatan sedang berlangsung,” tegas Ancilla.

Instansi pemerintah telah mulai bekerja di daerah tersebut untuk mendukung mereka yang selamat dari gempa bumi dan Pemerintah Indonesia kini telah secara resmi meminta bantuan internasional. Oxfam dan mitra lokal di Pusat Pengetahuan Kemanusiaan memobilisasi staf dan menyediakan pasokan bantuan.

“Bencana itu juga merusak dan menghancurkan sejumlah besar rumah dan terus-menerus mengalami gempa susulan berarti orang lain takut untuk kembali ke rumah mereka. Lebih dari 300.000 orang dianggap menjadi tunawisma. Kurangnya akses dan komunikasi masih tetap menjadi perhatian besar,” pungkas Ancilla

Editor: M. Agung Riyadi

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *