Tingkatkan Wawasan Petani, Kementan Gelar Workshop IPDMIP

Penyuluh pertanian melakukan pendampingan (dok. id.wikipedia.org)

Jakarta, Villagerspost.com – Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian pada Kementerian Pertanian RI (BPPSDMP Kementan) menggelar program Integrasi Partisipasi Pertanian dan Manajemen Irigasi atau Integrated Participatory Development and Management of Irrigation Project (IPDMIP) pada 74 kabupaten di 16 provinsi.

Program ini digelar untuk meningkatkan wawasan untuk peningkatan produktivitas pertanian dan menjaring aspirasi para penyuluh dan staf lapangan guna identifikasi kendala dan tantangan menjadi solusi petani meningkatkan produksi. Kegiatan workshop bagi petani, salah satunya digelar IPDMIP Provinsi Lampung bagi penyuluh dan staf lapangan kabupaten di Lampung yakni Mesuji, Tulang Bawang, Tanggamus, Pesawaran.

Kepala BPPSDMP Kementan, Dedi Nursyamsi mendukung langkah IPDMIP. Kegiatan ini workshop ini, ujar dia, membuka wawasan petani tentang pemanfaatan benih, pupuk, irigasi, alat mesin pertanian (Alsintan), pasca panen, akses perbankan, produk olahan dan akses pasar.

“Kita sebagai masyarakat agraris harus tetap bertani. Penyuluh harus turun ke lapangan mendampingi dan mengawal petani untuk memastikan sektor pertanian tetap berproduksi,” kata Dedi Nursyamsi, di Jakarta, Senin (19/4).

Hal itu sejalan dengan harapan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo agar workshop IPDMIP digelar maksimal, dan dimanfaatkan sebaik-baiknya bagi kepentingan masyarakat pedesaan, khususnya bagi petani dalam mendukung pencapaian ketahanan pangan.

“Dengan IPDMIP, kita akan menggenjot produktivitas pertanian, khususnya di daerah irigasi. Diharapkan pendapatan petani naik sehingga kesejahteraan petani juga meningkat,” kata Syahrul.

Koordinator Konsultan Regional 3 IPDMIP Jawa Barat-Lampung Achmad Yusuf menegaskan, meningkatkan wawasan petani di daerah irigasi IPDMIP Provinsi Lampung sama penting dengan peningkatan produktivitas, dengan menghadirkan narasumber dari DPIU IPDMIP dan tenaga ahli Korwil Regional 3 IPDMIP.

“Kedaulatan pangan terwujud jika petani milenial kerap diberi pengetahuan dan mengimplementasikannya di daerah irigasi sasaran IPDMIP Lampung,” kata Achmad Yusuf.

Menurutnya, IPDMIP merupakan program pemerintah di bidang irigasi, tujuannya mencapai keberlanjutan sistem irigasi baik kewenangan pusat, provinsi maupun kabupaten sehingga dapat mendukung tercapainya swasembada beras yang menjadi target Nawacita.

“IPDMIP berupaya realisasi potensi pengurangan kemiskinan, mengacu pengalaman pembangunan irigasi selama ini,” kata Achmad.

Staf Lapang IPDMIP Kota Agung Timur Rani Agustin mengatakan, petani padi irigasi IPDMIP berupaya meningkatkan pendapatan dari komoditas hortikultura seperti talas beneng tumpang sari dengan pepaya dan porang karena harganya bagus di pasaran.

Khusus tanaman bernilai ekonomis tinggi, petani Tanggamus sudah mulai menanam talas beneng, bekerja sama dengan pihak swasta dalam pemasaran hasil panen daunnya. Porang pun sudah dikenal sebagian petani Tanggamus, dengan mengoptimalkan lahan kering untuk menambah pendapatan keluarga petani.

“Talas beneng saat ini ditumpangsarikan dengan kebun pepaya. Saya pun tertarik pada varietas talas pratama yang saya tahu dari media sosial,” kata seorang peserta workshop.

Editor: M. Agung Riyadi

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *