TN Bunaken-Cahaya Tatapaan Berbagi Cerita Kemitraan Konservasi

Acara lokakarya Kemitraan Program Pengelolan Akses Area Perikanan (PAAP) yang digelar Balai TN Bunaken, Jumat (17/5). (eko wahyu handoyo/villagerspost.com)

Manado, Villagerspost.com – Balai Taman Nasional Bunaken dan mitra dari Kelompok Nelayan Cahaya Tatapaan berbagi cerita tentang Kemitraan Konservasi Pemberian Akses Area Perikanan di Zona Tradisional Taman Nasional Bunaken, Perairan Desa Popareng, Kecamatan Tatapaan, Kabupaten Minahasa Selatan, pada acara lokakarya yang digelar di Manado, Jumat (17/5). Acara bertajuk: “Lokakarya Penentuan Ruang Lingkup Program Pengelolaan Akses Area Perikanan (PAAP) di Provinsi Sulawesi Utara” itu adalah program dan kegiatan pemberdayaan masyarakat pesisir pada nelayan kecil dan tradisional.

Acara ini diprakarsai oleh Dinas Kelautan dan Perikanan Daerah Provinsi Sulawesi Utara dan Rare Indonesia. Seperti diketahui, kawasan seluas 320 hektare zona tradisional dimitrakan pengelolaannya bersama kelompok Cahaya Tatapaan.

Kepala Balai TN Bunaken Dr. Farianna Prabandari, S.Hut, M.Si dalam sesi talkshow pada acara tersebut menyampaikan, kemitraan konservasi yang dilakukan lakukan pihak TN Bunaken dengan kelompok Cahaya Tatapaan merupakan cara baru dalam pengelolaan kawasan. “Kami memandang bahwa pelibatan masyarakat dalam hal ini nelayan selaku pengakses sumber daya utama perikanan merupakan langkah nyata dalam pemberdayaan masyarakat,” ujarnya.

“Paska program PAAP selesai kami tindaklanjuti dengan pengembangan role model ekowisata dimana objeknya antara lain menyusuri mangrove, snorkelling, serta di desa dengan pengembangan homestay,” tambahnya.

Farianna menngatakan, di tengah keterbatasan Balai Taman Nasional Bunaken dan Kelompok Cahaya Tatapaan, pihaknya tetap konsisten mendampingi dan melaunching menjadi desa wisata. “Hasilnya, pada tahun 2018 kami mendapatkan penghargaan Indonesia Sustainable Toursm Award (ISTA) dari Kementerian Pariwisata sebagai Pamong Desa Wisata,” tutur Fariana.

Hal senada disampaikan oleh Ketua Kelompok Cahaya Tatapaan Djoni Sem Sambur. “Mengawali PAAP adalah melihat aktivitas oleh kelompok Cahaya Trans Poopoh, selanjutnya dengan bersama-sama dengan teman-teman di kampung bersepakat untuk membentuk kelompok sendiri serta melakukan pencatatan ikan untuk memonitor sumber daya,” terangnya.

“Kami mengikatkan diri dengan bermitra pada Balai Taman Nasional Bunaken, memang kami akui belum mendapatkan manfaat secara optimal dari program PAAP ini, tetapi paska program dengan pengembangan ekowisata justru kami kewalahan dengan banyaknya permintaan untuk kegiatan wisata, padahal dari sisi sarana kami mengandalkan perahu tradisional, untuk itu perlu dukungan dan perhatian dari Pemerintah Daerah,” tutup Sem.

Laporan/Foto: Eko Wahyu Handoyo, S.Hut PEH pada Balai Tamam Nasional Bunaken, Jurnalis Warga untuk Villagerspost.com

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *