TN Bunaken Evakuasi Dua Ekor Penyu Yang Terjerat Jaring Nelayan

Pihak TN Bunaken, bersama nelayan dan polisi hutan melepaskan kembali penyu yang terjerat jaring nelayan ke habitatnya (dok. tn bunaken/eko handoyo)

Tombariri, Villagerspost.com – Pihak pengelola Taman Nasional Bunaken bersama nelayan dan polisi kehutanan berhasil mengevakuasi dua ekor penyu yang terjaring jerat nelayan, kembali ke habitatnya. Proses evakuasi kedua ekor penyu tersebut dilakukan pada Senin (26/8).

“Penyu merupakan satwa prioritas yang ditingkatkan populasinya,” kata Kepala Seksi Pengelolaan Taman Nasional Wilayah II – Taman Nasional Bunaken Hendrieks Rundengan SP, dalam siaran pers yang diterima Villagerspost.com.

Kedua ekor penyu tersebut diketahui telah terjerat jaring oleh seorang nelayan bernama Apolos Bungkaesang. Nelayan dari Desa Teling, Kecamatan Tombariri tersebut menemui kejadian tersebut pada Sabtu (24/8) sekitar pukul 07.00 pagi.

Menyadari ada dua ekor penyu yang terjerat di jaring sero miliknya, Apolos selanjutnya langsung menghubungi anggota MMP Resort Poopoh dan kemudian dilanjutkan informasinya ke Koordinator Resort.

Selanjutnya pada hari Senin 26 Agustus 2019, dipimpin langsung oleh Hendrieks Rundengan, penyu tersebut kemudian dievakuasi ke habitatnya.

Pengembalian kedua ekor penyu itu ke habitatnya dilaksanakan bersama Polisi Kehutanan, staf SPTN Wilayah II dan petugas MMP beserta nelayan setempat.
Dari hasil identifikasi diketahui, penyu tersebut adalah jenis Penyu Hijau (Chelonia mydas) dengan ukuran karapas Panjang 65 cm dan Lebar 45 cm serta bobot kurang lebih 55 kg.

Penyu satunya lagi adalah Penyu Sisik (Eretmochelys imbricata) atau yang lebih dikenal sebagai hawksbill turtle dengan ukuran karapas Panjang 100 cm dan Lebar 50 cm serta bobot kurang lebih di atas 100 kg.

Satwa ini dilindungi berdasarkan PP 7 Tahun 1999 tentang Pengawetan Tumbuhan dan Satwa Liar jo Permen Lingkungan Hidup dan Kehutanan No.P.106/MENLHK/SETJEN/KUM.1/12/2018 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Menteri LHK No.P.20/MENLHK/SETJEN/KUM.1/6/2018 Jenis Tumbuhan Satwa Yang Dilindungi.

Keberadaan penyu sangat penting dari sisi ekologi, yakni sebagai salah satu indikator keseimbangan biologis, menjaga kondisi hamparan lamun serta memungkinkan karang berkoloni dan terumbu karang menjadi sehat kembali.

“Kita tahu bersama bahwa terumbu karang merupakan ekosistem kompleks tempat dimana ikan berkembang biak, sehingga dapat mendukung manfaat ekonomi bagi nelayan dalam hal suplai ikan di perairan sekaligus karang yang bagus memberikan nilai intrinsik wisata alam,” tutur Hendrieks.

Editor: M. Agung Riyadi

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *