TN Bunaken Gelar Pelatihan Selam untuk Kelompok Masyarakat Binaan

Sejumlah 12 orang pemuda pemudi warga kelompok binaan TN Bunaken melakukan pelatihan selam (villagerspost.com/eko handoyo)

Minahasa Selatan, Villagerspost.com – Pengelola Taman Nasional Bunaken menggelar pelatihan selam bagi sejumlah 12 orang pemuda-pemudi yang tergabung dalam kelompok masyarakat, yang dimulai pada Selasa (31/7). Pelatihan selam yang bertempat di Dragonets Dive Center Malalayang Kota Manado ini, ditujukan sebagai upaya peningkatan kapasitas dan kompetensi bagi warga binaan TN Bunaken.

Keterwakilannya antara lain sebanyak lima orang dari Kelompok Cahaya Tatapaan Popareng, Kabupaten Minahasa Selatan, lima orang dari Kelompok Cahaya Trans Poopoh Kabupaten Minahasa, dan satu orang dari Pulau Bunaken. Kemudian satu orang lagi dari Pulau Mantehage.

Pelatihan menyelam open water kelompok masyarakat ini dibuka langsung oleh Kepala Balai Taman Nasional Bunaken Dr. Farianna Prabandari, S.Hut, M.Si. Turut hadir dalam acara itu, Aspotmar Lantamal VIII, Dinas Perikanan dan Kelautan Daerah Provinsi Sulawesi Utara, Dinas Pariwisata Kabupaten Minahasa Selatan, Camat Tatapaan, Sekretaris Kecamatan Tombariri, dan Hukum Tua Poopoh.

Dalam sambutan dan arahannya Kepala Balai Taman Nasional Bunaken menyampaikan Desa Popareng dan Desa Poopoh merupakan desa yang dikembangkan sebagai role model ekowisata. “Sehingga perlu dipersiapkan masyarakat yang tergabung dalam kelompok masyarakat untuk dapat ditingkatkan kompetensinya dalam menunjang aktivitas tersebut,” ujar Farianna.

Aspotmar Lantamal VIII Kolonel Laut Rumpoko menambahkan, potensi maritim Negara Kesatuan Republik Indonesia sangat luas. “Kami sangat mengapresiasi kegiatan Balai Taman Nasional Bunaken meningkatkan dan melatih Sumber Daya Manusia (SDM) yang berada diwilayah pesisir dan kepulauan, kedepan kami akan menginventarisir masyarakat yang dapat menyelam untuk membantu memberikan informasi dalam menunjang pertahanan negara,” tegasnya.

Perwakilan dari Dinas Pariwisata Kabupaten Minahasa Selatan yaitu Sekretaris Dinas Pariwisata Romal Massie, ST menegaskan, dia menyambut baik langkah-langkah yang telah dilakukan, saat ini Desa Popareng beserta beberapa desa penyangga dibagian selatan Taman Nasional Bunaken. “Desa-desa tesebut telah ditetapkan oleh Bupati Minahasa Selatan menjadi Desa Wisata, tentunya kegiatan peningkatan kapasitas kelompok masyarakat dalam bentuk pelatihan menyelam memberikan keuntungan, sehingga dapat membawa dampak signifikan dalam pengembangan wisata desa kedepan,” ujarnya.

Dari Kabupaten Minahasa yang diwakili oleh Sekretaris Kecamatan Tombariri Daniel Ratag mengharapkan agar masyarakat dapat mengikuti pelatihan dengan baik. “Kita berharap kedepan untuk dapat mengembangkan diri serta berkontribusi dalam pariwisata utamanya di Kecamatan Tombariri,” ujarnya.

Kepala Subbagian Tata Usaha TN Bunaken Nikolas Loli, SP dalam sambutan saat pembukaan mengatakan, menyelam merupakan kegiatan yang dilakukan untuk berbagai macam tujuan antara lain olahraga, rekreasi, penelitian, monitoring ekositem perairan, fotografi bawah air dan tujuan lainnya. Menyelam, kata Nikolas, membutuhkan kemampuan dan kapasitas berupa pelatihan yang khusus yang intensif, terkontrol dan berkelanjutan.

“Dalam hal ini menyelam bukan hanya sekadar menggunakan alat-alat selam untuk kemudian turun ke dalam air, namun harus mengikuti aturan-aturan yang benar dan aman agar risiko dari kegiatan penyelaman dapat diminimalkan. Untuk dapat melakukan aktifitas penyeleman dengan baik dan benar, dibutuhkan pelatihan selam secara komprehensif dan berjenjang,” tegasnya.

Pada kesempatan kali ini Balai Taman Nasional Bunaken melakukan kegiatan pelatihan menyelam kepada masyarakat anggota kelompok binaan dalam rangka meningkatkan kapasitas sumber daya manusia untuk melakukan kegiatan pemantauan dan kegiatan lain yang menunjang pengelolaan khususnya kegiatan di bawah air seperti pengembangan ekowisata.

“Tujuan kegiatan adalah memperoleh Sumber Daya Manusia (SDM) dari kelompok binaan Balai Taman Nasional Bunaken yang memiliki keahlian dalam melakukan aktifitas penyelaman yang bersertifikasi organisasi penyelaman profesional,” tutup Niko.

Laporan/Foto: Eko Wahyu Handoyo, S.Hut, PEH Pada Balai Taman Nasional Bunaken, Jurnalis Warga untuk Villagerspost.com

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *