Transmigrasi Bangkit Kembali

Salah satu kawasan transigrasi. Kementerian Desa PDTT kembali bangkitkan transmigrasi untuk membangun kawasan tertinggal (dok. tatakelolahutan.net)
Salah satu kawasan transigrasi. Kementerian Desa PDTT kembali bangkitkan transmigrasi untuk membangun kawasan tertinggal (dok. tatakelolahutan.net)

 

 
Jakarta, Villagerspost.com – Puluhan tahun hidup sebagai pengumpul barang bekas, membuat Arif Albes Koria harus bekerja ekstra keras demi menghidupi istri dan kelima anaknya. Mereka juga terpaksa tinggal di berdesak-desakan di sepetak rumah kontrakan di Desa Golan, Kecamatan Taman, Sidoarjo, Jawa Timur. Setiap hari, demi menyambung hidup, Arif mesti mendatangi satu tong sampah ke tong sampah lainnya untuk mencari barang bekas yang bisa dijual.

“Jangankan menabung, cukup untuk makan sekeluarga saja sudah senang mas. Sekarang bayangin saja, anak saya lima dan semua sekolah. Belum lagi bayar kos-kosan dan makan tiap hari. Hanya jadi pemulung susah mas,” kata Arif seperti dikutip kemendesa.go.id, Jumat (21/8).

Namun hidup yang keras itu terpaksa terus dijalani Arif lantaran dia tak punya pekerjaan lain yang bisa dilakukan selain mengumpulkan barang rongsokan. Dia terpaksa menahan jeritan hatinya untuk bisa membahagiakan keluarganya.

Namun, di tengah kegelapan itu, muncul secercah cahaya harapan bagi Arif untuk bisa mengubah nasibnya. Dia ditawari untuk ikut program transmigrasi yang kini tengah digencarkan kembali oleh Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi. Arif pun tertarik untuk bergabung dengan program tersebut.

Dengan penuh semangat, dia mengikuti segala proses persiapan dan pelatihan sebelum terjun ke lokasi transmigrasi yang bakal menjadi tanah harapan baru bagi keluarganya. Arif adalah satu dari 114 peserta transmigrasi yang telah diberangkatkan ke permukiman transmigrasi di Desa Saembawalati/Kancu, Kabupaten Poso, Provinsi Sulawesi Tengah.

Arif bersama transmigran lain berangkat menggunakan KM Dorolonda setelah dilepas langsung Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Marwan Jafar di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Jumat, (21/8).

Dalam kesempatan itu, Marwan  mengobarkan semangat para transmigran untuk konsisten memperjuangkan masa depan dan taraf hidup yang lebih baik. Peserta transmigrasi diharap bisa hidup rukun, damai, dan memegang semangat gotong royong untuk bersama-sama meraih kesuksesan.

“Saya bangga pada para transmigran. Bangsa Indonesia pasti bangga pada transmigran.Inilah potret nyata perjuangan rakyat Indonesia dalam membangun bangsanya. Yakni dengan ikut memberdayakan diri dan mengelola kekayaan alam yang dikaruniakan tuhan kepada bangsa ini,” ujar Menteri Marwan.

Para transmigran yang diberangkatkan ini berasal dari sejumlah kabupaten di Jawa Timur dan Jawa Barat, yakni dari Bondowoso  sebanyak 5 Kepala Keluarga (21 jiwa), Ponorogo 5 KK (12 jiwa), Sidoarjo 5 KK (25 jiwa), Sumedang  5 KK (16 jiwa), dan Karawang 10 KK (40 jiwa). Sebagai tanda pelepasan, Menteri Marwan Jafar menyerahkan fasilitas genset untuk lokasi permukiman transmigrasi serta tiket KM Dorolonda kepada perwakilan transmigran.

Marwan mengatakan, peranan transmigrasi kembali bergelora karena mampu peningkatan martabat dan harkat kehidupan masyarakat transmigran dan penduduk setempat di kawasan transmigrasi. “Saudara-saudara para transmigran saya ucapkan selamat datang. Tekad dan semangat yang saudara-saudara tunjukkan telah membanggakan kita semua. Semangat kalian telah membuat Indonesia bangga,” tegas Marwan.

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *