Transmigrasi jadi Rujukan Perpindahan Penduduk dan Pertanahan di Asia, AS dan Eropa

Para calon transmigran diberi pelatihan mengolah lahan di Balai Latihan Transmigrasi di Yogyakarta (dok. bblm yogyakarta)

Jakarta, Villagerspost.com – Program transmigrasi Indonesia telah menjadi rujukan kebijakan perpindahan penduduk dan pertanahan di negara lain seperti Malaysia serta dipelajari di Eropa dan AS. Hal tersebut dikatakan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Eko Putro Sandjojo, pada Rapat Koordinasi Nasional Transmigrasi di Jakarta, Kamis (1/8).

Eko menambahkan, bahkan, transmigrasi juga menjadi fokus kajian penelitian berbagai negara seperti Jepang, Perancis, dan Amerika Serikat. “Hingga kini transmigrasi menjadi fokus kajian peneliti dalam dan luar negeri, seperti dari Jepang, Perancis, Amerika Serikat, yang datang mengkaji dokumen kebijakan, peta kawasan, serta mewawancarai transmigran,” ujarnya

Eko mengungkapkan, program transmigrasi selama ini telah berhasil membentuk 2 provinsi baru, 104 kabupaten baru, 335 kecamatan dan 1.336 desa definitif baru. Menurutnya, transmigrasi tak hanya berhasil meningkatkan ekonomi para transmigran dan penduduk lokal, namun juga berhasil memajukan wilayah tujuan transmigrasi.

“Saat ini capaian transmigrasi di 619 Kawasan transmigrasi dan 48 Kawasan program Revitalisasi telah mengelola 4,2 juta transmigran, termasuk 1,7 tenaga kerja yang tinggal di kawasan seluas 4,4 juta hektare,” ujarnya.

Eko melanjutkan, lahan produktif di kawasan transmigrasi tersebut, mencakup 1.001.070 hektare sawah, 310.332 hektare lahan jagung, 1.144.080 perkebunan sawit, dan 429.030 hektare perkebunan karet. “Pendapatan penduduk di kawasan transmigrasi ini mencapai Rp17 triliun per tahun,” ungkapnya.

Menurutnya, sepanjang pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla, target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019 telah terpenuhi karena dibantu oleh banyak kementerian.

Capaian tersebut adalah dengan terbangunnya 140 kawasan transmigrasi sebagai sumber produksi pangan nasional, dan terbentuknya 20 Kawasan Perkotaan Baru. “Kita juga bekerjasama dengan swasta untuk mempercepat pembangunan kawasan transmigrasi,” ujarnya.

Editor: M. Agung Riyadi

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *