Trend Konsumsi Ikan Meningkat

Keanekaragaman jenis ikan di Indonesia (dok. kkp.go.id)
Keanekaragaman jenis ikan di Indonesia (dok. kkp.go.id)

Jakarta, Villagerspost.com – Data Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) yang dilaksanakan Badan Pusat Statistik menunjukkan adanya trend peningkatan konsumsi ikan selama tahun 2011-2015. Data itu menyebutkan, peningkatan konsumsi ikan selama 5 tahun terakhir mencapai sebesar 6,27 persen.

Pihak Kementerian Kelautan dan Perikanan mengatakan, peningkatan konsumsi ikan selama 5 tahun terakhir ini, ditengarai merupakan adalah hasil dari berbagai upaya kampanye dan kegiatan tentang gemar ikan kepada masyarakat. “Rata-rata konsumsi ikan sebesar 36,12 kg/kapita/tahun,” tulis siaran pers KKP yang diterima Villagerspost.com, Kamis (24/3).

(Baca juga: Sektor Perikanan Tumbuh Pesat)

Angka konsumsi ikan merupakan tingkat konsumsi masyarakat Indonesia terhadap komoditas ikan yang dikonversi dalam satuan kg/kapita/tahun. “Data konsumsi ikan selalu disandingkan dengan data peyediaan ikan konsumsi,” tegas siaran pers itu.

Tercatat capaian angka konsumsi ikan pada tahun 2015 adalah sebesar 41,11 kg/kapita/tahun, melebihi target yang telah ditentukan sebesar 40,90 kg/kapita/tahun. Adapun penyediaan konsumsi ikan untuk konsumsi domestik tahun 2014 mencapai 13,07 juta ton, meningkat sebesar 10,01 persen dibandingkan tahun 2013.

“Peningkatan penyediaan ikan juga diikuti dengan peningkatan penyediaan ikan per kapita yang mencapai 51,08 kg/kapita/tahun, meningkat sebesar 8,44 persen dibandingkan tahun 2013,” tulis siaran pers tersebut.

Lima provinsi dengan konsumsi ikan terbesar pada tahun 2014 terdapat di Provinsi Maluku (54,12 kg/kapita/tahun), Sulawesi Tenggara (50,77 kg/kapita/tahun), Kepulauan Riau (49,24 kg/kapita/tahun), Maluku Utara (48,88 kg/kapita/tahun), dan Papua Barat (48,16 kg/kapita/tahun).

Sementara berdasarkan pertumbuhan konsumsi ikan tahun 2013-2014, lima provinsi dengan pertumbuhan tertinggi adalah Provinsi DI Yogyakarta (30,96 persen), Bengkulu (15,05 persen), Jawa Timur (14,02 persen), Bali (13,69 persen), dan Nusa Tenggara Timur (13,24 persen).

Provinsi DI Yogyakarta merupakan provinsi yang memiliki tingkat konsumsi ikan rendah, yaitu hanya sebesar 21,74 kg/kapita/tahun. “Namun, data pertumbuhan konsumsi ikan menunjukkan bahwa DI Yogyakarta memiliki potensi dalam meningkatkan konsumsi terhadap komoditas ikan per tahunnya,” tutup siaran pers itu. (*)

Ikuti informasi terkait perikanan >> di sini <<

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *