Tujuh BUMN Dukung Pengembangan Ekowisata “Bird Watching Isio Hill’s”

Burung cenderawasih, burung khas Papua yang menjadi salah satu kekayaan hayati di Papua yang dilindungi (dok. wwf indonesia)

Jakarta, Villagerspost.com – Tujuh BUMN yang terdiri dari PT Telkom Indonesia, PT Garuda Indonesia, PT Bank BNI Tbk., PT Pembangunan Perumahan, PT Wijaya Karya, PT Bank Mandiri Tbk., dan PT PLN, sepakat memberikan dukungan untuk pengembangan Ekowisata “Bird Watching Isio Hill’s”. Kawasan ekowisata itu dibangun di kawasan Rhepang Muaif, Distrik Nimbokrang, Kabupaten Jayapura.

CEO WWF Indonesia Rizal Malik mengatakan, pengembangan ekowisata diharapkan dapat memberi manfaat langsung bagi masyarakat adat di Rhepang Muaif. “WWF Indonesia mengapresiasi dukungan BUMN, karena melalui inisiatif ekowisata, masyarakat dan pemerintah setempat berkomitmen untuk melindungi sumber daya alam khususnya satwa burung, agar terus lestari karena burungburung tersebut adalah aset daerah yang akan bernilai jangka panjang bila dilestarikan,” Rizal, dalam siaran pers yang diterima Villagerspost.com, Jumat (17/11).

Kawasan ekowisata “Bird Watching Isio Hill’s” merupakan bentuk pengelolaan ekowisata oleh masyarakat adat secara lestari. Sebagai lokasi Birdwatching atau pemantauan burung, kawasan ini memenuhi dua kriteria penting sebagai syarat Daerah Penting Burung (DPB) yakni terdapat jenis-jenis burung terancam punah seperti jenis Kasuari Gelambir Tunggal (Casuarius unappendiculatus), Rajawali Papua (Harpyopsis novaeguineae), Mambruk Victoria (Goura victoria), selain itu terdapat jenis Cenderawasih Paruh Sabit Paruh Putih (Epimachus bruijnii) yang mendekati terancam (near threatened).

Juga terdapat jenis-jenis burung sebaran terbatas yang merupakan karakteristik dari suatu bioma tertentu/kawasan Daerah Burung Endemic (DBE), seperti jenis burung Nuriara Pipi-kuning (Psittaculirostris salvadorii) dengan sebaran terbatas di kawasan hutan dataran rendah bagian utara Papua sehingga jenis ini dimasukkan sebagai jenis endemik. “Saat ini, kunjungan wisatawan untuk pemantauan burung baik lokal, nasional maupun manca negara dari waktu ke waktu mengalami peningkatan yang signifikan,” tambah Rizal.

Para wisatawan yang berkunjung dapat memantau langsung empat jenis Burung Cenderawasih di lokasi Isio Hiils yaitu Cenderawasih Raja (Cincinnurus regius), Cenderawasih Kecil (Paradisea minor), Cenderawasih Mati Kawat (Celecoudis melanoleuca) dan Cenderawasih Paru Sabit Paruh Putih (Epimachus bruijnii). “Pengembangan ekowisata saat ini diharapkan mampu membangun infrastruktur pendukung kegiatan ekowisata dan pengembangan kapasitas masyarakat adat sebagai pengelola,” tegasnya.

Dukungan ini merupakan bentuk komitmen BUMN pada pengembangan pariwisata sebagai salah satu sektor prioritas pendorong ekonomi yang sejalan dengan kebijakan pemerintah. Perwakilan BUMN yang hadir memberikan dukungan pengembangan ekowisata “Bird Watching Isio Hill’s” kepada kelompok masyarakat Isio Hill yang diwakili oleh Pak Alex Waisimon sebagai inisiator ekowisata pemantauan burung di Rhepang Muaif.

“Melalui dukungan ini, diharapkan mampu mendorong pengelolaan kampung ekowisata dan pemberdayaan masyarakat adat di Rhepang Muaif menuju kampung wisata percontohan dalam kawasan hutan adat yang pertama di Jayapura dan di Papua,” kata Alex Waisimon.

Dinas Kehutanan Provinsi Papua, bersama pemilik hak ulayat dan WWF Indonesia Program Papua, telah melakukan pemancangan 8 Pal batas permanen untuk lokasi yang akan diusulkan menjadi wilayah kelola hutan adat Yawadatum wilayah Grime Kabupaten Jayapura Provinsi Papua, seluas 19.000 hektare untuk pengelolaan ekowisata pemantauan burung Rhepang Muaif. Bagi pemerintah Kabupaten Jayapura, kegiatan ekowisata memberikan ruang bagi masyarakat adat untuk mengelola hutannya dan memberikan kesejahteraan serta manfaat ekonomi langsung bagi masyarakat.

Guna mendukung upaya tersebut, WWF Indonesia melalui Program Community Forestry bekerja sama dengan Dinas Pengelolaan Lingkungan Hidup Kabupaten Jayapura telah melakukan pendampingan bagi kelompok Isio dalam pengelolaan ekowisata pemantauan burung. “Pengelolaan kawasan ini menjadi penting dalam mewujudkan pengelolaan hutan oleh masyarakat adat secara berkelanjutan,” pungkas Rizal. (*)

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *