Udang Diserang Penyakit WFD, Target Produksi Bisa Meleset | Villagerspost.com

Udang Diserang Penyakit WFD, Target Produksi Bisa Meleset

Petambak udang di tambak udang eks Dipasena (kiara.or.id)

Petambak udang di tambak udang eks Dipasena (kiara.or.id)

Jakarta, Villagerspost.com – Petani udang sedang menjerit. Selain harga udang yang turun drastis, wabah serangan penyakit berupa kotoran putih (white feces disease–WFD) juga merajalela menyerang sentra-sentra budidaya udang di berbagai daerah.

Terkait masalah ini, DPR meminta Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) harus segera bertindak. Alasannya, target produksi udang sebanyak 789.900 ton yang dicanangkan KKP terancam meleset akibat serbuan penyakit WFD ini.

Anggota Komisi IV DPR RI Hermanto mengaku banyak menerima laporan dari para petambak udang di daerah. Wabah ini sebenarnya sudah menyerang sejak Oktober 2014. Namun, belum ada penanggulangan secara masif soal ini.

“Untuk dapat mencapai target produksi tersebut, KKP jangan hanya melihat sisi positifnya saja berupa potensi dan teknologi yang telah dimiliki, tetapi harus juga mencermati dan mengatasi faktor-faktor negatif, seperti kenaikan harga pakan, turunnya harga udang, dan serangan wabah penyakit seperti sekarang ini,” paparnya.

Shrimp Club Indonesia melaporkan, sejak Oktober 2014 lalu, wabah penyakit udang tersebut masih terus menyerang. Kini, penyakit tersebut sudah mewabah di Medan, seluruh pantai utara dan selatan Jawa, hingga ke Sumbawa.

“Serangan penyakit ini mengakibatkan pertumbuhan udang lamban sekalipun nafsu makannya normal. Bahkan, tubuh udang bisa menyusut,” kata Hermanto.

Penyakit ini, lanjut politisi PKS itu, menyerang udang sejak berumur 16 hari hingga 80 hari menjelang panen. Petambak udang Bumi Dipasena Lampung dilaporkan mengalami kerugian karena mengecilnya ukuran udang dari yang seharusnya 50 ekor per kilogram (size 50) menjadi hanya 90 ekor per kilogram (size 90).

“Kalau dihitung sejak Oktober 2014, maka serangan penyakit itu sudah memasuki bulan ke-8. Skala serangan penyakit pun sudah cukup luas, dari Medan sampai Sumbawa. Para petambak juga sudah mengalami kerugian,” tutur Hermanto.

Mestinya, kata dia, KKP sudah melakukan upaya-upaya penanggulangan yang konkret “Jika sampai saat ini belum melakukan apapun, maka tunggu apa lagi? Segera lakukan upaya-upaya penanggulangan di daerah-daerah yang sudah terkena wabah dan cegah wabah tersebut agar tidak meluas ke daerah-daerah yang belum terjangkit,” pungkasnya. (*)

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *