Usung Semangat Harkitnas, Pemerintah Diminta Stabilkan Sektor Pangan dan Energi

Tumpukan beras di gudang bulog. Pemerintah diminta tak hanya fokus pada penyediaan tetapi juga akses atas pangan (dok. bulog)
Tumpukan beras di gudang bulog. Pemerintah diminta tak hanya fokus pada penyediaan tetapi juga akses atas pangan (dok. bulog)

Jakarta, Villagerspost.com – Mengusung semangat hari kebangkitan nasional atau harkitnas, DPR meminta agar pemerintah dapat mengukir sejarah besar dalam menstabilkan sektor pangan dan energi. Dengan stabilnya sektor pangan ini, maka harga-harga produk juga menjadi stabil.

“Presiden Jokowi harus dapat mengukir sejarah besar pada pengokohkan sektor pangan dan energi sehingga tidak ada lagi kegaduhan yang menghiasi negara Indonesia,” kata Anggota Komisi IV DPR Andi Akmal Pasluddin, seperti dikutip dpr.go.id, Kamis (21/5).

Dia menilai, berubah-ubahnya harga bahan bakar minyak (BBM) membawa dampak ikutan yang cukup signifikan atas komiditas lainnya. Dampak BBM seperti kenaikan Gas Elpiji dan Tarif Dasar Listrik (TDL), serta tidak terkendalinya harga beras yang muncul secara bersamaan, menurut Andi Akmal, baru pertama terjadi setelah lengsernya Suharto menjadi presiden.

“Catatan buruk pemerintah sekarang, akan bisa dihapus bila kedepannya, pangan dan energi menjadi mandiri, kuat dalam arti berdaulat pada masa pemerintahan sekarang,” kata anggota dari Fraksi PKS ini.

Andi Akmal yang juga duduk di Badan Anggaran DPR mengatakan, perbaikan sektor energi dan pangan setiap tahun harusnya dievaluasi dan direncanakan baik dalam tata kelola produksi maupun distribusinya. Namun hingga kini, persoalan pangan dan energi ini terus menghantui pemerintah.

Ibarat penyakit yang menular kepada masyarakat, tak terkendalinya sektor pangan dan energi ini membawa segala macam kegaduhan. Mulai dari masalah impor pangan, impor BBM, mahalnya harga beras, naiknya harga BBM, kelangkaan produk pangan dan energi dan banyak persoalan yang berhubungan dengan BBM, Listrik, Gas dan beras.

“Pangan dan Energi ini bagi indonesia ibarat tajamnya pisau, jika ia dalam keadaan baik akan memberikan rasa aman dan kesejahteraan bagi seluruh rakyatnya. Namun, jika pangan dan energi ini lagi buruk, maka dengan sangat cepat mampu menggulingkan sebuah pemerintahan dan menyengsarakan seluruh rakyatnya,” katanya. (*)

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *