UU Karantina: Senjata Waspadai Impor Hewan, Ikan, Tumbuhan Berbahaya

Pemeriksaan kesehatan hewan di pusat karantina hewan (dok. karantina hewan)
Pemeriksaan kesehatan hewan di pusat karantina hewan (dok. karantina hewan)

Jakarta, Villagerspost.com – Hari ini, Rabu (22/6) pemerintah bersama Komisi IV DPR RI membahas Rancangan Undang-Undang (RUU) Karantina untuk Hewan, Ikan dan Tumbuhan. Tujuan pembahasan RUU ini ialah untuk mengantisipasi adanya ancaman dalam pelaksanaan pencapaian pembangunan nasional di bidang pertanian, perikanan dan kehutanan. Salah satu ancaman yang berpotensi merugikan itu adalah tersebarnya hama dan penyakit hewan.

Pihak Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang mewakili pemerintah mengapresiasi pembahasan RUU ini. Sekretaris Jenderal KKP Sjarief Widjaja mengatakan, RUU Karantina bisa menjadi senjata pemerintah dalam mewaspadai ekspor impor hewan, ikan, dan tumbuhan yang memiliki bibit berbahaya.

(Baca juga: Serangan Virus, Pemerintah Awasi Standar Kesehatan Produk Perikanan)

“Jika tidak melakukan satu operasi karatina maka ekspor kita akan ditolak. Jadi kan biayanya luar biasa. Nah lebih baik itu dicegah dengan pembentukan karantina. Jadi sebelum ekspor dan impor harus lolos uji dulu dari karantina dulu,” jelas Sjarief usai mengikuti Rapat Kerja dengan Komisi IV DPR RI di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (22/6).

Sjarief mengatakan, kegiatan ekspor-impor hayati diperbolehkan selama tidak ada masalah dan mengandung barang berbahaya yang merugikan negara lain atau negara sendiri. Di negara lain, kata dia, sistem karantina sudah mulai diterapkan untuk mengantisipasi masuknya barang-barang berbahaya.

“Jika, Indonesia tidak menerapkan hal serupa dikhawatirkan ekspor ikan, tumbuhan atau hewan akan di tolak di negara tujuan,” ujarnya.

Dia mencontohkan, dengan tidak adanya uji lolos karantina, tiba-tiba ada indukan udang yang membawa virus berbahaya. Hasilnya, udang itu masuk tapi membuat seluruh udang bukannya berkembang tetapi malah mati semua.

“Contoh lain, seperti ikan jenis aligator. Ikan hias itu begitu bagus, tapi sangat ganas. Bayangkan kalau dilepas ke danau ya habis ikannya. Kalau seperti itu siapa yang tanggung jawab. Nah kita cegah jangan sampai species asing masuk malah merugikan,” tegansya. (*)

Ikuti informasi terkait RUU Karantina >> di sini <<

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *