Viral Petani Banyuwangi Buang Buah Naga, Kementan Teken Kontrak Serap Hasil Panen Petani | Villagerspost.com

Viral Petani Banyuwangi Buang Buah Naga, Kementan Teken Kontrak Serap Hasil Panen Petani

Video yang sempat viral, petani buah naga di Banyuwangi membuang buah hasil panen ke sungai karena harganya rendah (dok. youtube)

Jakarta, Villagerspost.com – Beberapa waktu lalu sempat viral sebuah video yang menayangkan aksi petani Banyuwangi membuang buah naga hasil panennya ke sungai. Dari penelusuran diketahui, para petani tersebut adalah petani buah naga dari Desa Sumber Agung Kecamatan Pesanggaran Banyuwangi. Mereka membuang hasil panen lantaran kesal, harga hasil panen mereka jatuh hingga hanya seharga Rp1500 per kilogram.

Menanggapi kejadian pembuangan hasil panen buah naga di Banyuwangi ini, Direktur Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian Suwandi mengatakan, pihaknya siap menyerap hasil panen buah naga petani Banyuwangi tersebut. Kementan akan menyerap hingga sebanyak 150 ton.

“Ini merupakan langkah nyata pemerintah agar petani semakin untung karena Banyuwangi merupakan sentra produksi buah naga. Memasuki tahun 2019 produksi cukup meningkat pesat, sehingga over produksi,” kata Suwandi, di Jakarta, Senin (21/1).

Dia menjelaskan, pembelian 150 ton buah naga hasil panen petani Banyuwangi tersebut dilakukan oleh tiga perusahaan, total 20 truk dan direalisasikan mulai, hari ini, Senin (21/1). Penandatangan kontrak dilakukan di Kantor Dinas Pertanian Banyuwangi, pada Minggu (20/1). “Dengan kontrak penyerapan 150 ton tersebut diharapkan sangat membantu petani dalam pemasaran, ada kepastian pasar dan harga,” jelas Suwandi.

Suwandi menjelaskan, harga buah naga normalnya berkisar antara Rp5.000-Rp6.000 per kilogram. Karenanya, kata Suwandi, sesuai dengan arahan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman untuk mendorong investasi dan perusahaan bermitra dengan petani, Kementan berperan aktif dan cepat guna membantu petani agar mendapatkan keuntungan.

Kementan melalui Direktorat Jenderal Hortikultura telah sepakat dengan tiga perusahaan yaitu PT Lumbung mineral, PT Aneka Pangan Bergizi dan CV Luhur untuk menyerap buah naga langsung dari petani. “Kontrak pembelian tiga perusahaan telah ditandatangani sebanyak 20 truk atau sekitar 150 ton. Tadi malam Tim kami turun ke Banyuwangi, menggandeng tiga perusahaan, langsung tanda tangan nota kesepahaman dengan petani,” ujar Suwandi.

Kepala Bidang Pemasaran dan Pengolahan Hasil Pertanian, Dinas Pertanian Banyuwangi Choiri mengatakan, sekarang buah naga grade A dan B sudah jelas pasarnya. Petani dan pengusaha telah menyepakati kontrak pembelian 150 ton dan pengiriman mulai 21 Januari 2019. “Kemitraan ini menjamin pasar semakin lancar dan harga terjamin bagus, ini harus berkelanjutan,” tegasnya.

Sebelumnya, usai viral video aksi membuang buah naga tersebut, sang pelaku pembuangan buah naga, seorang pedagang buah naga bernama Agus Widya Putra sudah menyatakan permintaan maafnya. “Saya meminta maaf kepada semua warga dan penonton yang sudah menonton video saya yang sudah viral tentang pembuangan buah naga kemarin,” kata Agus, lewat video permintaan maafnya yang diunggah ke laman Youtube, Minggu (20/1).

Dia berdalih, buah naga yang dibuangnya adalah buah naga yang reject atau tidak layak konsumsi. Agus meminta maaf kepada pihak-pihak tertentu, karena tindakannya tidak beretika karena hal ini bisa mencemari lingkungan dan air sungai. “Buah naga yang dibuang itu bukanlah yang bagus, tapi yang tidak layak konsumsi, sudah mencair,” kata Agus menambahkan.

Editor: M. Agung Riyadi

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *