Wakil Bupati Flores Timur: Pembangunan Pertanian di Tangan Pemuda

Wakil Bupati Flores Timur Agust P. Boli (tengah) berharap pemuda mau kembali ke kebun memajukan pertanian (dok. villagerspost.com)

Larantuka, Villagerspost.com – Proporsi penduduk usia muda di pedesaan akhir-akhir ini terus mengalami penurunan karena tingginya migrasi ke perkotaan. Salah satu indikasinya adalah makin langkanya pemuda disektor pertanian. Sensus pertanian 2013 menunjukkan hanya 12,2% persen petani yang berusia dibawah 35 tahun.

Fenomena inilah yang menjadi alasan pemerintah daerah Flores Timur mendorong gerakan pemuda masuk kebun. Melalui gerakan ini diharapkan pembangunan pertanian di flores timur dapat dikembangkan dan mampu menggerakan ekonomi masyarakat desa.

Wakil Bupati Flores Timur Agust P. Boli, SH mengatakan, pemuda kembali ke kebun harus dilakukan jika ingin Flores Timur maju. Hal ini diungkapkannya pada diskusi terbatas yang dihadiri oleh Thomas Uran, Direktur Yayasan Ayu Tani, Said Abdullah, Koordinator nasional KRKP, dan Widiyanto, Program Manager Hak Atas Pangan Oxfam di Indonesia dan staf wakil bupati, Rabu (17/1).

“Flores Timur memiliki sumber daya alam pertanian melimpah. Sayang jika tidak dioptimalkan dengan baik. Banyak lahan yang tidak diolah, alias lahan tidur. Andai ini dimanfaatkan tentu akan membawa manfaat ekonomi yang besar,” tutur Agust.

Saat ini di Flores Timur saat ini masih banyak lahan tidur karena kemampuan olah lahan petani yang terbatas karena sudah tua. Padahal potensi nya luar biasa jika dikembangkan apalagi diintegrasikan dengan peternakan. Kekhawatiran akan pasar harusnya tidak dijadikan alasan untuk mengembangkan pertanian.

Menurut Agust, pasar akan produk pertanian dan peternakan sebagai contoh ubi untuk pakan ternak dan telur ayam, Flores Timur masih kekurangan dan mendatangkan dari luar pulau. Jika potensi pasar ini digarap dengan baik oleh para pemuda bukan tidak mungkin akan muncul wirausawan muda sukses dan Flores Timur dapat menjadi penghasil pangan bagi pulau lain.

Menanggapi gagasan program tersebut, Thomas Uran membenarkan bahwa saat ini yang diperlukan ialah upaya mengoptimalkan potensi pertanian sebagai basis pembangunan Flores Timur. “Memang sudah saatnya pemuda kembali ke kebun ke desa. hanya dengan itu kita bisa menata dan memulai pembangunan. Kami sangat sangat mendukung program pemerintah daerah yang mendorong pemanfaat lahan tidur oleh anak-anak muda,” pungkasnya.

Sementara itu, Said Abdullah dan Widiyanto yang mengapresiasi inisiatif yang dilakukan oleh pemerintah daerah. “Kembalinya pemuda tani ke kebun tidak hanya akan meningkatkan produksi, tetapi bisa menghidupkan ekonomi desa dan pada akhirnya bisa mendorong terwujudnya kedaulatan pangan terutama di Flores Timur. Selain itu, kata dia, dengan memberdayakan pemuda bisa jadi jalan untuk memperkecil kesenjangan yang saat ini makin melebar antar penduduk,” ujar Said.

“Dengan gerakan ini pemuda diberikan ruang partisipasi yang cukup dalam pelaksanaan pembangunan daerah. Dengan kembalinya pemuda ke kebun juga diharapkan menjadi agen perubahan bagi masyarakat desa karena mereka memiliki potensi tidak hanya menjadi pelaksana program pemerintah, berpartisipasi dalam penyusunan kebijakan namun juga menjadi mitra pemerintah dalam melakukan proses kontrol pembangunan,” timpal Widiyanto.

Agust sendiri berharap dengan gerakan pemuda masuk kebun ini masyarakat Flores Timur makin sejahtera dan menjadi pioneer bagi daerah daerah lain untuk membangun pertanian yang dimotori oleh pemuda.

“Pembangunan Flores Timur hari ini dan ke depan ada di tangan pemuda, terutama di sektor pertanian. oleh karenanya, ayo para pemuda kini saatnya kembali ke kebun, kembali ke desa, supaya untuk masa depan lebih baik,” pungkasnya. (*)

Facebook Comments
One Comment

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *