Yalisa Peringati Hari Air Sedunia dengan Operasi Bersih Sungai Ciliwung

Anak-anak muda yang tergabung dalam Yayasan Lintas Sungai Abadi melaksanakan Operasi Bersih Sungai Ciliwung (OBSC) untuk menjaga kelestarian Ciliwung (dok. yalisa)

Bojong Gede, Villagerspost.com – Peringatan Hari Air Sedunia diperingati secara meriah di berbagai tempat di Indonesia. Di kawasan Bojong Gede, Kabupaten Bogor, Hari Air Sedunia diperingati oleh sekelompok anak-anak muda yang tergabung dalam Yayasan Lintas Sungai Abadi (Yalisa) dengan cara yang lebih bermanfaat. Mereka melakukan aksi yang dinamakan Operasi Bersih Sungai Ciliwung (OBSC).

OBSC sediri sebenarnya merupakan agenda kegiatan rutin yang dilaksanakan anak-anak Yalisa setiap bulan. “Kami sudah melakukan operasi bersih sungai sebanyak lima kali, tiga kali di Cisadane dan dua kali di Ciliwung,” kata Ketua Umum Yalisa Eka Soeriansyah, dalam sambutannya saat melepas para peserta OBSC di kawasan Bojong Gede, Kamis (22/3).

Sejak pagi hari, panitia sudah sibuk mendata para peserta (dok. yalisa)

Dalam gelaran OBSC tersebut, para peserta melakukan aksi membersihkan sampah-sampah yang berserakan di sepanjang bantaran Sungai Ciliwung antara wilayah Cilebut hingga Bojong Gede yang menempuh jarak 6,3 kilometer. Aksi bersih sungai ini juga diikuti para pegiat olahraga air seperti anak muda yang tergabung dalam Klub Olahraga Rekreasi Depok, pegiat olahraga petualangan air dari sungai Cisadane, dan Riung Adventure Cianjur.

Eka menegaskan, acara ini sejalan dengan tujuan Sustainable Development Goals (SDGs) yang merupakan agenda masyarakat dunia guna mendorong pembangunan berkelanjutan untuk mengatasi kemiskinan, kesenjangan, dan perubahan iklim dalam bentuk aksi nyata. Diantaranya adalah mengakhiri segala bentuk kemiskinan di mana pun (tujuan 1). Menghilangkan kelaparan, mencapai ketahanan pangan dan pemenuhan gizi yang baik, serta meningkatkan pertanian berkelanjutan (tujuan 2), dan sekaligus sebagai upaya menjamin ketersediaan serta pengelolaan air bersih dan sanitasi yang berkelanjutan untuk semua (tujuan 6).

Sampah-sampah di sepanjang bantaran sungai dibersihkan agar tak mencemari air sungai (dok. yalisa)

Karena itulah, kata dia, sejumlah 75 orang anak muda yang umumnya adalah mereka yang tinggal di bantaran sungai, khususnya Sungai Ciliwung, melaksanakan OBSC khusus dalam rangka memperingati Hari Air Sedunia.

“Sungai Ciliwung, sebagai sumber air merupakan salah satu sumber daya alam yang mempunyai fungsi serbaguna bagi kehidupan dan penghidupan manusia yang harus dilindungi dan dijaga kelestariannya, ditingkatkan fungsi dan kemanfaatannya, dan dikendalikan daya rusaknya terhadap lingkungan,” ujar Eka.

Sebanyak 16 perahu karet dikerahkan untuk membawa sejumlah 5 peserta OBSC (dok. yalisa)

“Oleh karenanya, masyarakat dilarang keras membuang benda-benda/bahan-bahan padat dan/atau cair ataupun yang berupa limbah ke dalam maupun di sekitar sungai yang diperkirakan atau patut diduga akan menimbulkan pencemaran atau menurunkan kualitas air, sehingga membahayakan dan/atau merugikan penggunaan air yang lain dan lingkungan,” tegasnya.

Selain rutin melaksanakan OBSC, anak-anak muda yang tergabung dalam Yalisa juga mengembangkan sekaligus melakukan pembinaan pertanian organik di kawasan bantaran sungai sepanjang 6,3 kilometer tersebut. Eka mengatakan, dengan mengembangkan pertanian organik, diharapkan kawasan bantaran sungai akan bermanfaat sebagai kawasan penghasil pangan bagi warga di sekitar bantaran sungai.

“Dengan pertanian organik, kami juga mendidik warga untuk ikut menjaga kelestarian sungai dengan cara tidak mencemarinya dengan bahan-bahan kimia seperti pestisida dan pupuk kimia yang berbahaya, dengan demikian masyarakat bisa mengambil keuntungan ekonomi dari sungai namun tetap menjaga kelestariannya,” pungkasnya.

Editor: M. Agung Riyadi

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *