Wedhang Greng! Kopi Herbal Alami Racikan Petani Pati | Villagerspost.com

Wedhang Greng! Kopi Herbal Alami Racikan Petani Pati

Produk kopi herbal yang dikembangkan Sudargo, petani asal Desa Ronggo, Pati, Jawa Tengah (villagerspost.com/sudargo)

Pati, Villagerspost.com – Badan lemas, tak bertenaga? Jika anda mencari ramuan herbal nan alami untuk menghilangkannya, ramuan alami ala Sudargo, petani asal desa Ronggo, Jaken, Pati, Jawa Tengah ini sangat boleh dilirik. Wedhang Greng namanya. Ada dua ramuan yang dibuat oleh Sudargo, yaitu Kopi Herbal dan Teh Herbal.

Sesuai namanya, untuk kopi herbal, bahan dasarnya adalah kopi murni serta campuran pilihan yang diracik dengan resep leluhur sehingga menghasilkan kopi herbal dengan segudang manfaat untuk kesehatan. Sementara untuk teh herbal, terbuat dari daun kelor yang dikeringkan dan dicampur rempah-rempah pilihan. Proses itu menghasilkan teh herbal yang bermanfaat untuk menjaga kesehatan dan bisa juga sebagai obat berbagai macam penyakit.

“Bahan-bahan untuk kopi herbal dan teh herbal ini memanfaatkan bahan alami yang ada di sekitar hutan dan bisa di tanam di lahan pinggiran hutan,” kata Sudargo, kepada Villagerspost.com, Jumat (6/3). Desa Ronggo sendiri, adalah desa yang berada di sekitar kawasan hutan yang masyarakat kebanyakan bertani di sekitar kawasan hutan.

Bahan-bahan alami yang ada disekitar hutan yang dimanfaatkan Sudargo adalah semisal akar ilalang, kulit kayu akar lanang (Oroxylum indicum (L) Vent) dan sambungnyowo. Sementara bahan alami yang dibudidaya dari petani adalah jahe dan kencur. “Cara tanamnya pun cukup mudah dan organik, tidak perlu pemupukan dengan zat kimia, apalagi disemprot pakai pestisida,” jelas Sudargo.

Sertifikat Produk Industri Rumah Tangga (PIRT) untuk produk kopi herbal racikan Sudargo (villagerspost.com/sudargo)

Semua tanaman rempah ini dikembangkan oleh kelompok tani yang dibina sendiri oleh Sudargo. “Saya lebih menitikberatkan latihan dan praktik baik tanaman rempahnya maupun membuat racikannya. Walaupun berat tidak seperti yang saya bayangkan, semua butuh proses,” jelasnya.

“Alhamdulillah ramuan dan racikan kopi herbal kami cukup dikenal di wilayah Pati. Bahkan sudah dapat izin sebagai industri rumah tangga sudah tertera izin PIRT (Produk Industri Rumah Tangga)-nya,” tambah Sudargo.

Ide membuat ramuan herbal itu sendiri, kata Sudargo, datang dari melihat fenomena banyaknya masyarakat yang mudah sakit seperti demam, flu, dan lain-lain yang penyebabnya tak lain adalah menurunnya daya tahan tubuh dan kondisi stamina. “Karena pola dan gaya hidup masyarakat kini serba instan baik pengolahan bahan pangan yang serba instan karena selalu dipicu yang serba kimia dan pestisida sintetis. Apalagi kalau menyangkut daya tahan tubuh masyarakat sekarang banyak yang bingung memilih karena serba bahan pengawet,” paparnya.

Dari fenomena itu, muncullah inisiatif untuk memadukan ramuan warisan leluhur dalam produk minuman kekinian untuk menjadi solusi persoalan yang ada. “Awalnya coba-coba, terus kita tambahin bahan-bahannya, walau cara racikannya masih sangat sederhana, karena masih serba tangan semua baik dari penyucian, perajangan, penjemuran hingga penggorengan, akhirnya bisa ke pengemasan seperti sekarang ini. Alhasil juga dapat pengesahan dari dinas koperasi,” kata Sudargo.

Khasiat minuman herbal ini, kata Sudargo, selain mencegah dan mengatasi demam, flu, bisa juga mencegah dan mengatasi penyakit seperti tekanan darah tinggi, asam urat, kolesterol, asma, lambung, maag, gula dan sebagainya. Khusus Wedang Greng Kopi Herbal, kata dia, bisa meningkatkan atau menambah kejantanan pria.

“Minum segelas ramuan herbal peninggalan leluhur ini bisa memberikan semangat hidup dan gairah muda lagi. Terutama untuk kalangan pasutri minuman ramuan ini sangat cocok jika diminum secara rutin,” jelas Sudargo.

“Sudah banyak yang menkomsumsi ramuan ini dan hasilnya terbukti diantaranya bisa menangkal dan mengobati penyakit kronis. Demikian juga khasiatnya bisa membuat pasangan suami istri harmonis dan bahagia,” ujarnya berpromosi.

Kini pemasaran produk petani Pati tersebut juga sudah merambah hingga ke Bali dan Kalimantan. “Cuma sayangnya masih produk rumahan yang mempekerjakan keluarga sendiri dan kadang ada juga tenaga kerja tambahan, kalau bisa berkembang ini bisa menjadi solusi secara ekonomi bagi masyarakat desa, juga menjadi solusi kebingungan masyarakat yang terlalu banyak menggunakan obat kimia tetapi tidak kunjung sembuh,” pungkas Sudargo.

Editor: M. Agung Riyadi

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *